Business is booming.

Hastag All Eyes On Papua Susul All Eyes on Rafah

Yayasan Pusaka Bentala Rakyat selanjutnya membuat petisi di change.org berjudul Hutan Seluas Separuh Jakarta Akan Hilang. Mahkamah Agung, Cabut Izin Sawit PT IAL!

Hastag All Eyes On Papua atau #AllEyesOnPapua trending.

Trending hastag tersebut seolah mengikuti #AllEyesOnRafah.

 All Eyes on Rafah artinya semua mata tertuju pada Rafah.

Yakni terkait  serangan terhadap Rafah di Gaza, Palestina.

#AllEyesOnPapua terkait masyarakat adat awyu Papua berdemo di depan MA. 

Tagar ini muncul sebagai bentuk protes terhadap penguasaan hak masyarakat adat Papua oleh perusahaan-perusahaan besar yang mengalihkan hutan adat menjadi perkebunan sawit.

Hutan adat Awyu dan Moi di Papua telah berubah menjadi perkebunan sawit terbesar di Indonesia melalui Proyek Tanah Merah yang dioperasikan oleh tujuh perusahaan.

Pemerintah provinsi mengeluarkan izin lingkungan hidup untuk PT Indo Asiana Lestari (IAL), yang mengantongi izin seluas 36.094 hektar di hutan adat suku Awyu.

Masyarakat adat merasa kehilangan tempat tinggal, sumber penghidupan, dan warisan budaya mereka akibat konversi ini.

Mereka menyampaikan hutan adat tempat tinggal mereka diserobot perusahaan sawit. 

Lahan yang diserobot berupa hutam yang berada di Boven Digul Papua

Las hutan 36 ribu hektar, atau lebih dari separuh luas Jakarta, akan dibabat. 

Selanjutnya hutan itu akan dibangun perkebunan sawit oleh PT Indo Asiana Lestari.

Masyarakat adat Marga Woro dan Suku Awyu jelas menolak. 

Hutan adat tempat mereka hidup turun temurun, akan hilang. Begitupun sumber penghidupan, pangan, budaya, dan sumber air mereka.  

Yayasan Pusaka Bentala Rakyat selanjutnya membuat petisi di change.org berjudul Hutan Seluas Separuh Jakarta Akan Hilang. Mahkamah Agung, Cabut Izin Sawit PT IAL!

Hingga tulisan ini dibuat sudah 23.905 orang menandatangani menuju target 25.000 tanda tangan petisi.

Link Petisi ada di sini

 

Baca Juga:  BPJS Trending, Netizen: 10 Tahun Rezim Melayani Kok Belum OK?
Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...