Business is booming.

Kecamatan Kertasari Jadi Lokasi Terparah Gempa M 5,0 Kabupaten Bandung

Bupati Bandung, Dadang Supriatna menginap bersama korban gempa

Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, tercatat sebagai lokasi paling parah saat terjadi gempa magintudo 5.0 ayau 4,9.

Bupati Bandung, Dadang Supriatna, telah melakukan kunjungan ke lokasi itu. Bahkan ia menginap bersama warga korban gempa.

“Saya hari ini akan menginap bersama warga Kertasari di pengungsian. Di tengah musibah ini, saya ingin memastikan bahwa pemerintah hadir untuk masyarakat. Saya ingin memastikan segala kebutuhan warga dapat terpenuhi,” ujarnya seperti dilansir akun Instagram pribadinya @dadangsupriatna

“Saya langsung turun karena ingin memastikan kondisi masyarakat yang terdampak gempa. Saya ingin memberikan dukungan moril dan memastikan bahwa pemerintah hadir untuk membantu mereka. Pembekalan buat logistik, segera distribusikan,” kata Dadang lagi.

Seperti diketahui, Gempa di Kabupaten Bandung sempat trending.

Gempa tersebut adalah gempa darat dengan kedalaman 10 km dan magnitude 5.0 yang kemudian dikoreksi menjadi M 4,9.

Gempa pertama terjadi M 5.0 terjadi Rabu (18/9/2024)  pukul 09:41:08 WIB. Lokasi gempa24 km Tenggara Kabupaten Bandung, Jabar.

BMKG kemudian mengkoreksi Gempa Kab Bandung Magnitudo 4,9.

Sebelum menyebut Bandung @infoBMKG menulis gempa Mag 5,0 terjadi 21 km BaratDaya KAB-GARUT-JABAR dengan Kedlmn:10 Km

Dengan demikian info diperbaiki bahwa Gempa Terjadi di Kabupaten Bandung, bukan Garut.

Menurut Dadang, sedikitnya ada enam desa yang terdampak gempa bumi di Kecamatan Kertasari. Yakni Desa Cibeureum, Tarumajaya, Cikembang, Cihawuk, Resmitinggal dan Desa Sukapura.

Baca Juga:  Besok Sekolah Trending, Sebagian Murid Belum Siap Masuk Sekolah?

Setidaknya 6.000-an rumah warga dan bangunan seperti sekolah, puskesmas dan perkantoran rusak di enam desa di Kertasari.

Berdasar pendataan sementara, kerusakan paling parah terjadi di Desa Cibeureum Kecamatan Kertasasri di mana setidaknya 1.400-an rumah yang rusak. Sementara di Kecamatan Pacet berdasar laporan sekitar 1.000 rumah warga terdampak gempa.

Tadi berdasarkan hasil pemantauan di lapangan alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Namun ada 23 orang yang mengalami luka-luka. Dan hanya enam orang yang dirawat, yang lainnya sudah pulang

“Saya mengimbau agar Bapak Ibu semua untuk sementara waktu tidak dulu kembali ke rumah,karena gempa susulan masih sering terjadi. BMKG mencatat sudah ada 26 gempa susulan. Kami akan membangun tenda-tenda pengungsian sementara untuk menampung warga,” kata Bupati Dadang.

“Saya telah menginstruksikan Dinas Sosial dan BPBD untuk menyiapkan dapur umum guna menjamin kebutuhan makanan dan minuman masyarakat terutama warga terdampak gempa bumi yang mengungsi.”

“Selain melakukan evakuasi warga yang rumahnya hancur dan rusak berat, saya minta agar pengungsi ini diperhatikan betul. Jangan sampai kekurangan makanan. Jangan sampai kekurangan air minum hingga air bersih,” ucapnya.

Tanggap Darurat Dua Pekan

Sementara itu Pemerintah Kabupaten Bandung resmi menetapkan status tanggap darurat mulai Rabu (18/9/2024) hingga dua minggu ke depan. Hal ini menyusul gempa bermagnitudo 4,9 yang mengguncang wilayah tersebut pada pagi hari.

Bupati Dadang Supriatna, menyatakan masih menunggu koordinasi dengan para pemangku kepentingan lainnya. Namun, situasi tanggap darurat sudah diputuskan.

Ia mengakui adanya kemungkinan gempa susulan. Berdasarkan data dari BMKG, hingga saat ini sudah terjadi 20 kali gempa susulan.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...