Hari Kemanusiaan Sedunia 19 Agustus, Simak Sejarah dan Misinya
Pada tahun 2024 saja, lebih dari 380 pekerja kemanusiaan tewas, tahun 2025 dikhawatirkan lebih banyak karena perang masih terjadi.
Hari Kemanusiaan Sedunia atau World Humanitarian Day diperingati setiap tanggal 19 Agustus.
Peringatan Hari Kemanusiaan Sedunia untuk memberikan penghormatan kepada para pekerja kemanusiaan yang gugur dan terluka dalam menjalankan tugas mereka.
Serta untuk menghormati semua petugas bantuan dan kesehatan yang terus memberikan dukungan dan perlindungan yang menyelamatkan jiwa bagi orang-orang yang paling membutuhkan.
Hari ini menyoroti pentingnya, efektivitas, dan dampak positif dari pekerjaan kemanusiaan.
Sejarah penetapan Hari Kemanusiaan Sedunia adalah untuk mengenang serangan bom 19 Agustus 2003 di Hotel Canal di Baghdad, Irak.
Saat itu menewaskan 22 orang, termasuk kepala kemanusiaan di Irak, Sergio Vieira de Mello.
Pada tahun 2009, Majelis Umum PBB (UNGA) meresmikan hari tersebut sebagai Hari Kemanusiaan Sedunia.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengoordinasikan World Humanitarian Day pada hari ini.
Hari Kemanusiaan Sedunia tampakna semakin relevan tahun ini. Â Pesannya jelas: sistem kemanusiaan telah mencapai batasnya; kekurangan dana dan kewalahan.
Di mana bom berjatuhan dan bencana melanda, para pekerja kemanusiaanlah yang berada di garda terdepan untuk menjaga orang-orang tetap hidup, seringkali dengan risiko pribadi yang besar.
Namun, semakin banyak orang yang membantu justru menjadi sasaran.
Pada tahun 2024 saja, lebih dari 380 pekerja kemanusiaan tewas. Beberapa saat bertugas, yang lainnya di rumah mereka.
Ratusan lainnya terluka, diculik, atau ditahan, dan ada alasan untuk khawatir bahwa tahun 2025 bisa lebih buruk.
Terlalu sering dunia mengabaikannya, bahkan ketika serangan-serangan ini melanggar hukum internasional.
Hukum yang seharusnya melindungi para pekerja kemanusiaan diabaikan. Mereka yang bertanggung jawab dibiarkan bebas.
Keheningan dan kurangnya akuntabilitas ini tidak boleh dibiarkan berlanjut.