Business is booming.

Tiada Hari Tanpa Teriak-teriak, Kerja LBP Mulai Menampakkan Hasil

Kawal Distribusi 300.000 Paket Obat Gratis

MENKO Marinves Luhut Binsar Pandjaitan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) mengumukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Pulau Jawa dan Bali pada awal Juli 2021.

Dan sejak itu, Luhut selalu muncul di media berbagai platform. Dari media cetak, online, hingga televisi.

LBP, panggilan Luhut, juga muncul dalam acara Podcast Deddy Corbozier.

Dari wawancara yang mengalir tenang seperti di Metro TV, hingga wawancara bernada tinggi alias ngegas dalam istilah keseharian.

Ia seperti menantang orang-orang yang bakal menentang kebijakan ini untuk mendatangi kantornya saja.

Dalam penjelasan awal tentang pemberlakuan PPKM Darurat, LBP juga meminta untuk sementara semua pihak mengesampingkan syahwat politik.

Ia mengajak semua pihak bersama-sama menangani kasus besar lonjakan kasus Covid-19 yang mengerikan ini.

Sejak diberlakukan PPBM Darurat 3 Juli 2021, aktivitas penduduk Jawa Bali di luar rumah benar-benar menyurut.
Belakangan, sejumlah daerah di luar Jawa dan Bali juga memberlakukan PPKM Darurat karena alasan ancaman covid.

LBP juga memerintahkan Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto, untuk menggasak mafia obat.

Ia tidak akan memberikan toleransi sedikit pun bagi penimbun obat, baik lembaga maupun perorangan.

Apalagi sampai menjual obat jauh melebihi harga eceran tertinggi alias HET yang mencekik leher.

Setelah 10 hari berjalan, PPKM mulai menampakkan hasilnya. Pemerintah malah mengencangkan pengetatan dengan memperluas titik penutupan jalan hingga wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Luhut memastikan aktivitas warga di Yogyakarta dan Bali menurun dan Zona hitam Covid-19 di wilayah ini juga turun.

Baca Juga:  Jeff Bezos Bersedia Tutup Biaya NASA Rp 29 Triliun Sebagai Ganti Kontrak Penerbangan ke Bulan

Menurut Luhut, pola seperti ini merupakan penjabaran dari skenario terburuk dengan target penurunan kasus Covid-19 dan hasilnya mulai terlihat.

Kini, Luhut mengalihkan fokus pada pengawasan penyaluran 300.000 paket obat untuk pasien Covid-19 agar tepat sasaran prioritas pada warga miskin yang bergejala ringan dan tanpa gejala.

“Penanganan kasus dini, ringan untuk tidak masuk sedang dan berat itu super penting untuk mengurangi permintaan oksigen seperti sedang dan berat,” kata Luhut dalam dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (15/07/2021).

Sebanyak 300.000 boks obat itu terdiri atas 10 persen paket OTG, 60 persen paket gejala demam dan anosmia, serta 30 persen paket gejala ringan demam disertai batuk.

Alokasi penyaluran obat berdasarkan jumlah kasus aktif yang menjalani isolasi mandiri (isoman) di masing-masing kabupaten dan kota.

Ia menunjuk Pusat Kesehatan TNI sebagai pusat komando distribusi obat tersebut bersama masing-masing Kesdam.

“Soal 300.000 paket hari ini, Bapak Presiden akan meluncurkannya. Kriterianya dokter-dokter sudah tahu itu, jadi saya kira sudah enggak ada masalah, semua kami sudah siapkan dengan baik,” kata Luhut. (Dari Berbagai Sumber)

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...