Business is booming.

AS Siapkan Pembalasan Bom Kabul, 90 Orang Tewas

Jenderal Frank McKenzie Memburu Pelaku untuk Membayar Kejahatannya

AMERIKA Serikat dan sekutunya meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan susulan di sekitar Bandara Kabul, Afghanistan, menyusul dua kali serangan bom bunuh diri pada Kamis, (26/8/2021) petang.

Seorang pejabat dari kementerian kesehatan masyarakat, yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan kepada BBC bahwa korban tewas terus bertambah hingga 90 orang dengan 159 terluka.

Korban termasuk 13 tentara Amerika Serikat yang bertugas mengamankan Bandara Kabul, kebanyakan dari Unit Marinir.

Serangan bom bunuh diri terjadi dua kali di dekat gerbang utama Bandara Kabul hingga mengguncang proses evakuasi warga asing sejak Taliban menguasai Afghanistan, dua pekan silam.

Kantor berita Reuters melaporkan bahwa evakuasi warga sipil dari Kabul dipercepat dengan penerbangan lepas landas secara teratur. Reuters mengutip seorang pejabat keamanan Barat yang berbasis di bandara.

Menurut Gedung Putih, Amerika Serikat dan sekutunya melakukan evakuasi udara terbesar dalam sejarah, membawa lebih dari 100.000 orang sejak 15 Agustus, .

Berbicara pada Kamis malam waktu setempat, Presiden AS Joe Biden mengatakan lebih dari 7.000 orang diterbangkan dalam 12 jam terakhir.

Washington berlomba dengan waktu untuk menyelesaikan upaya evakuasi sebelum batas waktu 31 Agustus.

Inggris mengatakan bahwa mereka telah mengevakuasi lebih dari 13.000 orang dari Afghanistan sejak misi dimulai.

Lebih dari 100 negara lain di seluruh dunia telah mengambil bagian dalam upaya tersebut.
Sekitar 5.200 tentara terus memberikan pengamanan di bandara.

Anggota Kongres Demokrat dan anggota Komite Urusan Luar Negeri DPR, Susan Wild, mengatakan kepada BBC bahwa Pemerintahan Biden akan menghadapi situasi yang sulit di Afghanistan.

Baca Juga:  Taliban Kuasai Afghanistan, Warga Panik: Sembunyi atau Kabur ke LN

“Kongres memiliki kekuatan pengawasan yang sangat luas dan kami akan mengajukan pertanyaan yang sangat sulit dari pemerintahan ini tentang strategi pengamanan warga negara, apakah sumber intelijen memadai,” katanya.

Senator Demokrat sekaligus Ketua Komite Intelijen Senat, Mark Warner, sepakat bahwa mengevakuasi orang dari Afghanistan saat ini menjadi prioritas utama.

Kini, militer AS meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan serangan baru,termasuk kemungkinan serangan roket atau bom kendaraan yang menargetkan Bandara Kabul.

Kepala Komando Pusat AS Jenderal Frank McKenzie dalam konferensi pers secara virtual yang disiarkan televisi seluruh dunia secara live mengatakan bahwa AS mengerahkan kemampuan yang ada untuk pengamanan Bandara Kabul.

Dia juga bersumpah akan membalas dendam terhadap para penyerang.

Ringkasan
– Terjadi serangan bom kembar di Bandara Kabul yang menargetkan orang-orang yang putus asa untuk melarikan diri dari Afghanistasn setelah pengambilalihan Taliban
– Ledakan terjadi di luar Gerbang Abbey yang menjadi markas pasukan AS dan Inggris ditempatkan
– Sedikitnya 90 orang telah tewas – di antaranya warga sipil dan 13 personel militer AS
– Komando Pusat AS Jenderal Frank McKenzie mengatakan AS bersiap untuk lebih banyak serangan di bandara
– Dia juga bersumpah bahwa AS akan memburu mereka yang berada di balik serangan dan membuat mereka membayar
– Presiden AS Joe Biden, berbicara di Gedung Putih, berjanji untuk mengevakuasi orang-orang yang melarikan diri dari Afghanistan hingga batas waktu 31 Agustus
– PM Inggris Boris Johnson mengatakan serangan itu tercela tetapi tidak akan mengganggu operasi Inggris
– Serangan terjadi setelah peringatan adanya serangan kelompok militan, ketika negara-negara mengevakuasi orang-orang menjelang batas waktu 31 Agustus
– Kanada telah bergabung dengan beberapa negara Eropa dalam menyelesaikan operasi evakuasi
– Kerumunan besar orang juga telah menumpuk di perbatasan Afghanistan dengan Pakistan ketika orang-orang mencoba melarikan diri dari kekuasaan Taliban

Baca Juga:  Trending, LGBT Afghanistan Wawas Bakal Dibunuh di Tempat oleh Taliban
Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...