Business is booming.

Bahar Smith Bebas, Janji Tetap Dakwah Bela Agama, Pilpres Kian Ramai?

Moga tetap berjuang menjaga bangsa dan negara. Mengayomi semua anak bangsa.

Habib Bahar Smith bebas murni setelah memperoleh remisi sekitar 4 bulan, Minggu (21/11/21).

Pendakwah berusia 36 tahun itu bebas setelah menjalani penahanan terakhir di Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur.

Melalui rekaman suara, Bahar Smith menyatakan statusnya yang sudah bebas.

Ia pun berjanji setelah bebas tetap akan berdakwah menyampaikan kebenaran, menegakkan keadilan.

Bahar Smith menegaskan bahwa dirinya takkan pernah lelah membela agama, membela bangsa dan membela rakyat Indonesia.

Ia tak pernah takut dipenjara, bahkan nyawa saya murah demi membela agama, bangsa dan rakyat Indonesia.

Bahar Smith bebas Minggu (21/11/2021) subuh.

Foto Bahar Smith bersama sejumlah orang berseagam ala tentara pun beredar.

Bahkan menaiki mobil sedan kuning mewah.

Tokoh media sosoal, Denny Siregar memprediksi Pilpres bakal tambah ramai dengan bebasnya Bahar Smith.

Berikut Cuitan bebasnya Bahar Smith pun disampaikan sejumlah netizen.

@conan_idn: Alhamdulillah. Moga tetap berjuang menjaga bangsa dan negara. Mengayomi semua anak bangsa. Berhati-hati atas usaha2 pancingan diluar konstitusi shg ada tangan2 yg gampangan nuduh teroris.

@Mjohnsamosir: Sudahlah, setelah bebas dari Lapas Gunung Sindur hendaknya Bahar bin Smith menjadikan pelajaran Utk dirinya, agar lebih hati-hati bertindak, Jng mudah main pukul

_T0ean__M0eda_: Alhamdulillah, ucapan syukur & selamat kepada Jenderalnya Ummat islam Indonesia Al Habib Bahar bin Smith. Ahad, 21-11-2021 telah bebas murni setelah menjalani masa hukuman 3 tahun lebih. Barakallahu habib, ALLAHUAKBAR Tangan terkepal

@JK_Daulay: Habib Bahar bin Ali bin Smith hari ini menghirup udara bebas. Habib Bahar keluar dari Lapas Gunung Sindur , Bogor, seusai menjalani salat Subuh pagi tadi.

@Dennysiregar7: Okey, Pilpres 2024 akan tambah rame !

@YuliSet37966722: The boys are back, habib bahar bin smith

Kepala Lapas Membenarkan

Baca Juga:  Teguran Prabowo Bikin Fadli Zon Tak Lagi Berkicau, Serius Takut?

Assayid Bahar alias Habib Bahar bin Ali bin Smith bebas murni dari Lembaga Pemasyarakatan Khusus Kelas IIA Gunung Sindur, pada hari ini.

Habib Bahar dibebaskan karena telah selesai menjalani masa pidana.

Hal itu dibenarkan Kepala Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur Mujiarto kepada wartawan.

“Yang bersangkutan telah selesai menjalani masa pidana secara murni. Sesuai dengan perhitungannya, pembebasannya jatuh pada hari ini, 21 November 2021,” katanya

Habib Bahar mulai ditahan pada tanggal 18 Desember 2018. Selama menjalankan masa pidana, dia mendapatkan remisi atau pemotongan masa hukuman selama 4 bulan.

Pemberian remisi diberikan sesuai dengan Pasal 34 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 99 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua atas PP Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan.

Selain itu, mengacu pada Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 18 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 3 Tahun 2018 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Remisi, Asimilasi, Cuti Mengunjungi Keluarga, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat.

Profil Bahar Smith

Bahar bin Smith lahir 23 Juli 1985. Ia adalah seorang ulama asal Manado, Sulawesi Utara.

Habib Bahar merupakan pemimpin dan pendiri Majelis Pembela Rasulullah yang berkantor pusat di Pondok Aren, Tangerang Selatan.

Selain itu, dia juga merupakan pendiri Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin di Kemang, Bogor.

Pada tahun 2009, Bahar menikahi seorang Syarifah bermarga Aal Balghaits bernama Fadlun Faisal Balghoits.

Dari pernikahannya dengan Fadlun, Bahar dikaruniai empat anak: Sayyid Maulana Malik Ibrahim bin Smith, Syarifah Aliyah Zharah Hayat Smith, Syarifah Ghaziyatul Gaza Smith, dan Sayyid Muhammad Rizieq Ali bin Smith. Anak terakhirnya, Ali, lahir pada tanggal 4 Februari 2018.

Baca Juga:  Messi Tiba di Paris untuk Bergabung dengan PSG

Pada 5 Desember 2018, Bahar dilaporkan ke polisi atas perbuatan penganiayaan terhadap dua remaja.

Kejadian berawal saat kedua korban dijemput paksa oleh orang-orang atas suruhan Bahar bin Smith dari rumah masing-masing pada hari Sabtu, 1 Desember 2018, dengan dua unit mobil.

Penjemputan tersebut dilakukan dengan alasan kedua korban berpura-pura dan mengaku sebagai Bahar bin Smith pada sebuah acara di Bali, 29 November 2018.

Kemudian, kedua korban dibawa ke Pondok Pesantren Tajul Alawiyib di Kampung Kemang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Di tempat tersebut, kedua korban dipukuli secara brutal dan bergantian dilakukan oleh dan atas perintah Bahar bin Smith.

Peristiwa penganiayaan itu direkam dengan menggunakan telepon seluler, kemudian diunggah ke Youtube.

Rekaman ini kemudian dijadikan salah satu barang bukti oleh polisi.

Saat direkam, korban dalam kondisi babak belur dengan luka memar dan terlihat banyak darah di wajahnya.

Atas tindak penganiayaan tersebut, Bahar disangkakan dengan Pasal 170 KUHP dan atau Pasal 351 KUHP dan atau Pasal 333 KUHP dan atau Pasal 80 UU 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No. 23 Tahun 2002.[29]

Bahar hendak kabur melarikan diri dan mengganti nama menjadi “Rizal” sesuai dengan perintah seseorang yang disebut Polri sebagai “pimpinan tertinggi”.

Pada tanggal 18 Desember, Bahar ditahan oleh Kepolisian Daerah Jawa Barat setelah menjalani pemeriksaan.

Bahar mengaku sedang melatih bela diri kepada kedua korban.

Politikus Prabowo Subianto, Fadli Zon, menyebut penahanan Bahar adalah “kriminalisasi ulama”.
Pada 16 Mei 2020, Bahar dibebaskan lebih awal berkat Program Pembebasan Bersyarat Asimilasi yang diselenggarakan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.

Tiga hari setelah itu, dia ditangkap kembali karena melanggar Pembatasan sosial berskala besar dengan mengumpulkan massa untuk mengikuti ceramahnya serta ajakan untuk masturbasi berjamaah.

Baca Juga:  Angka Kematian karena Covid-19 Sepekan Terakhir di Atas 1000 Orang

Pengacaranya, Aziz Yanuar, menyangka penangkapan kembali ini terkait ceramahnya pada Sabtu malam yang menyinggung penguasa.

Komentar
Loading...