Business is booming.

Kapolri Kawal Kasus Bunuh Diri Novia Widyasari, RB Diamankan

Terima kasih informasinya, permasalahan sedang dalam penanganan Polda Jatim

Kapolri Jendral Pol Listyo Sigit Prabowo pastikan mengawal pengusutan kasus bunuh diri mahasiswi Universitas Brawijaya Novia Widyasari.

Kepastian tersebut diperoleh dari akun Kapolri Listyo Sigit Prabowo yakni @ListyoSigitP.

Kepastian pertama saat ia menanggapi mention yang dibuat akun @Ayang_Utriza seorang intelektual Indonesia yang mengajar di Fakultas Teologi Universitas Katolik Leuven, Belgia.

Ayang membagikan foto wajah kekasih Novia berisinisial RB dan orangtua sang kekasih yang diduga ikut andil atas aksi bunuh diri Novia Widyasari.

“Terima kasih informasinya, saat ini permasalahan sedang dalam penanganan Polda Jawa Timur dan akan segera disampaikan kepada masyarakat hasilnya. Salam Presisi.” Demikian @ListyoSigitP.

Empat jam kemudian ia membagikan persiapan jumpa pers di Polres Mojokerto terkait kasus Novia Widyasari.

“Persiapan press release di Polres Mojokerto, Polda Jawa Timur.”

Hasilnya diberitakan oleh pihak Divisi Humas Polri via humas.polri.go.id

RB Diamankan

Ada pun jumpa pers dipimpin langsung Wakapolda Jawa Timur, Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo.

Ia menjelaskan telah melakukan investigasi atas kasus bunuh diri Novia Widyasari (NW).

Menurutnya, jajaran Polda Jatim mengumpulkan bukti-bukti terkait yang diduga menyebabkan mahasiswi NW mengakhiri hidupnya lantaran persoalan asmara dengan mantan pacarnya, yaitu RB, seorang anggota Polisi berpangkat Bripda yang bertugas di Polres Pasuruan Kabupaten.

“Kami mengamankan seseorang yang berinisial RB, yang bersangkutan profesinya Polisi berpangkat Bripda, bertugas umum di Polres Pasuruan Kabupaten,” ungkap Brigjen Slamet dalam konferensi pers di Polres Mojokerto, Sabtu (4/12/2021) malam.

Baca Juga:  Quartararo Pole Position, Brad Binder Berpotensi Kejutan Diantara Pembalap Yamaha dan Ducati

Dia menjelaskan hasil penyelidikan tim gabungan Ditreskrimum, Polres Mojokerto dan Propam berdasarkan interogasi yang bersangkutan mengungkap terduga pelaku Bripda RB memiliki hubungan khusus dengan korban.

Mereka saling mengenal saat datang di acara Kik Post Launching Distro baju di Malang, sejak Oktober Tahun 2019. Keduanya bertukar nomor telepon dan setelah itu menjalin hubungan asmara.

Sebelum korban meninggal, korban sudah melakukan dua kali aborsi bersama terduga Bripda RB dengan meminum obat penggugur kandungan yang dibeli di kawasan malang.

Tindakan aborsi pertama dilakukan saat usia kandungan korban dalam hitungan minggu, di rumah kos.

Kemudian, tindakan aborsi kedua usia kandungan empat bulan.

Terduga pelaku membeli obat penggugur kandungan seharga Rp 1,5 juta dan meminta korban meminum sebelum pulang ke Mojokerto.

Setelah itu, dalam perjalanan pulang korban sempat mengalami pendarahan di sebuah warung sate wilayah Kabupaten Mojokerto.

“Selama pacaran, Oktober 2019 sampai dengan Desember 2021, sudah melakukan tindakan aborsi bersama, yang mana dilaksanakan pada Maret Tahun 2020 dan yang kedua Agustus 2021,” bebernya seperti dikutip Surya.

Brigjen Slamet menyebut, pihaknya akan menindak tegas terhadap pelanggaran kode etik Kepolisian tesebut.

“Kami tidak akan pandang bulu, siapapun ketika ada pelanggaran kami akan melakukan penindakan,” pungkasnya.

Surat Pernyataan Ibu Novi

Namun beredar surat ibunda Novia Widyasari yang menganggap kematian anaknya secara wajar.

Untuk itu ia menolak memberikan izin otopsi mayat sang anak jika kasus tersebut hendak diusut.

Surat pernyataan tersebut ikut ditandatangai Kepala Desa Japan, Mojokerto, Salam Udin.

Alasannya sang anak memiliki riwayat

a Depresi dikarenakan bapaknya meninggal dunia sekitar 3 bulan lalu.

b Depresi dikarenakan kuliahnya hingga menginjak semester 10 belum juga selesai

c Pernah kami periksa ke rumah sakit jiwa untuk mengurangi depresinya sehingga harus minum obat secara rutin

Baca Juga:  Rombongan Pemain Sepatu Roda Melintas di Gatsu, Netizen Ramaikan Tabrak, Kok Bisa?

d Karena depresi yang memuncak tersebut pada akhirnya anak kami tanpa sepengetahuan kami memutuskan mengakhiri hidupnya (bunuh diri) dengan cara meminum obat kimia berbahaya yang mana sebelumnya pernah beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri namun ketahuan oleh saya selaku ibu kandung

e Depreso dikarenakan asmara hubungan dengan pacar yang putus.

Sementara itu melalui instagram storinya, R mengaku menyesal atas peristiwa yang dialami Novi dan siap mempertanggungjawabkan akibatnya.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...