Business is booming.

Indah Harini vs BRI Kasus Salah Transfer Rp 30 Miliar, Netizen Bela Indah

Ngeri bangett 2021 udah mau berakhir ada aja oknum yg berulah, #Kawalkasusindah

Hastag kawal kasus indah atau #kawalkasusindah trending

Indah yang dimaksud adalah Indah Hariini yang dilaporkan BRI dengan tudingan tak beritikad baik mengembalikan dana salah transfer hingga miliaran.

Indah yang merupakan nasabah prioritas BRI tak terima dengan tudingan tak beritikad baik.

Alasannya dalam wawancara khusus dengan Realita TV, Indah mengaku sudah melaporkan kasus salah transfer ke pihak BRI sejak awal.

Yakni saat ia menerima transfer 3 kali pada Nopeber 2019 dengan pengirim tak jelas.

Namun dari pihak CS BRI menyatakan tak ada note tentang siapa pengirim transfer tersebut.

Saat masuk lagi transfer di bulan Nopember, Indah kembali lapor BRI, namun tak pernah ada jawaban pasti.

Ia sempat bertanya kepada Tuhan ujian apa yang diberikan terkait uang salah transfer dengan jumlah yang besar itu.

Lalu setelah 11 bulan ia dipaksa mengembalikan uang tanpa menjelaskan siapa si pengirim uang ke rekening dirinya.

Indah menyatakan tak masalah jika harus mengembalikan uang jika memang pengirimnya jelas.

Eh malah disomasi, terakhir diadukan ke Polda Metro Jaya dan dijadikan tersangka.

Indah kesal dan merasa ia sedang dikriminalisasi sehingga mengadukan balik kasusnya meminta bantuan pengacara.

Lalu munculan trending #kawalkasusindah, netizen menduga kasus itu berkaitan dengan oknum.

Indah Harini didampingi pengacara saat wawancara khusus di Realita TV kasus salah transfer (Realita TV)

Berikut cuitan sebagian netizen terkait #kawalkasusindah atau indah harini

@jejeipwin88: semangat buat bu indah #KawalKasusIndah ngeri bangett 2021 udah mau berakhir ada aja oknum yg berulah haduuuh buat bu indah semangat yaa!!

Baca Juga:  Dipecat Permanen, Dokter Terawan Tak Bisa Praktik Dokter Lagi

@cindeyrela: Sebelum 2021 berakhir ya berharap bgt semoga permasalahan bu indah ini bisa cepat selesai #KawalKasusIndah juga pihak BRI nya bisa cepat menyelesaikan nya SEMANGAT!! bisa yuk #UngkapKebenaranKasusIndah

@Dimas_szzz: abis nonton video klarifikasi Indah Harini di youtube dan wow gue ampe shock. untuk kak Indah Harini semangat terus ya jangan pernah pesimis karena kebenaran akan segera terungkap #KawalKasusIndah kasih dukungan #UngkapKebenaranKasusIndah

@00_ddc: Kasusnya sudah lama yah. Semoga siapapun yang melakukan kejahatan mendapatkan balasannya di dunia dan di akhirat. #kawalkasusindah

@perempuankopi: Yuk Pak Erick Thohir, ditertibkan bank-bank di negeri ini, agar tak ada lagi the next Indah Harini.

@panggilsajalinn: I feel you bu Indah, orang tua saya juga pernah kehilangan uang di tabungan bank **N sebesar total 30jt rupiah pdahal buat byar cicilab rmah yg di auto debit tpi malah dpat srat klo nunggak, udah lapor polisi. di pimpong sana sini, pihak bank berkata ikhlaskan, #KawalKasusIndah

Seperti dilansir Kompas.com, seorang nasabah bernama Indah Harini menggugat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau Bank BRI usai mengaku dikriminalisasi dengan menggunakan UU Nomor 3 Tahun 2001 Tentang Transfer Dana.

Gugatan yang dilayangkan menyangkut kerugian immateril karena Indah telah dilaporkan BRI ke kepolisian Polda Metro Jaya.

Bahkan, Indah Juga menjadi tersangka akibat salah transfer serta diblokir rekeningnya.

Kronologi gugatan versi BRI Kasus salah transfer yang menjadikan Indah Harini sebenarnya merupakan kasus lama atau tepatnya sejak tahun 2019, namun baru mencuat di akhir 2021.

Indah Harini juga diketahui merupakan nasabah prioritas bank pelat merah tersebut.

Pemimpin Kantor Cabang Khusus BRI Akhmad Purwakajaya menjelaskan, gugatan tersebut merupakan lanjutan dari kasus pada 2019.

Baca Juga:  Profil Pangeran Khalid Bin Salman, Sama Seperti Prabowo Berlatar Militer

Nasabah yang bersangkutan disebut telah menerima dana yang disebut bukan haknya sebesar Rp 30 mililar.

Menurut dia, sesuai dengan pasal 85 UU Nomor 3 Tahun 2011 menyampaikan, setiap orang yang dengan sengaja menguasai dan mengakui sebagai miliknya dana hasil transfer yang diketahui atau patut diketahui bukan haknya dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda Rp 5 miliar.

“Berdasarkan hal diatas, sesuai kewajiban hukum, yang bersangkutan wajib mengembalikan dana yang bukan menjadi hak yang bersangkutan,” ujar Akhmad, dalam keterangannya, dikutip Sabtu (25/12/2021).

Lebih lanjut Akhmad memastikan, perseroan telah melakukan investigasi terlebih dulu, dan dilanjutkan dengan berbagai langkah persuasif agar nasabah terkait dapat mengembalikan dana tersebut kepada BRI.
Namun demikian, nasabah yang bersangkutan disebut tidak memiliki itikad baik untuk mengembalikan dana yang bukan haknya tersebut kepada BRI, maka untuk menyelesaikan hal tersebut perseroan telah menempuh jalur hukum secara pidana.

“Dan saat ini yang bersangkutan telah ditetapkan sebagai tersangka. Oleh karenanya, BRI menghormati proses hukum yang sedang berlangsung,” ucap dia.

Versi nasabah Berbeda dengan pernyataan Akhmad, Tim Kuasa hukum Indah Harini yang tergabung pada pada kantor Hukum Mastermind & Associates menyatakan, kliennya telah menunjukan itikad baik, dengan mempertanyakan dana yang masuk ke rekeningnya.

Kuasa hukum Indah Harini, Henri Kusuma menjelaskan duduk perkara yang menimpa kliennya bermula pada 10 Desember dan 16 Desember 2019.

Saat itu Indah Harini kaget dengan adanya transfer uang masuk ke rekeningnya dalam jumlah sangat besar.

Karena merasa janggal dengan transaksi tersebut, ia kemudian menanyakan ke customer service BRI perihal dana yang masuk.

Berdasarkan pengakuan kliennya, customer service BRI mengatakan, tidak ada keterangan dan klaim dari divisi lain, berarti itu memang uang masuk ke rekening Indah Harini.

Baca Juga:  Luna Maya Kabarkan Dirinya di Hari Pertama Bulan Puasa, Ada yang Sama?

“Tetapi, setelah beberapa bulan bank menghubungi nasabah untuk mengambil uang tersebut. Ketika nasabah tidak bersedia digunakan pasal pidana salah transfer,” ujar Henri.

Anggota kuasa hukum lainnya, Chandra memastikan, kliennya telah berkali-kali menanyakan kepada pihak bank terkait dana yang masuk ke rekeningnya.
“Klien kami tersinggung atas tudahan tidak ada itikad baik, padahal klien sudah berkali-kali menanyakan perihal dana tersebut,” kata dia.

“Bahwa mengingat waktu yang tidak patut kurang lebih 11 bulan, semestinya nasabah diberikan informasi yang jelas, jujur dan terbuka,” tambahnya.

Indah Harini, kata Chandra, sudah meminta surat resmi dan bukti yang menunjukkan salah transfer.

Permintaan juga disampaikan pada tanggal 11 November 2020 dalam rapat Zoom dengan BRI.

Pada saat itu, kata kuasa hukum Indah, pihak bank bersedia serta berjanji akan memenuhi keinginan Indah, berupa bukti transaksi, surat resmi dan penawaran dari BRI.

Indah, tambahnya, menunggu hingga tiga minggu, namun permintaannya tidak kunjung dipenuhi.

“Oleh karena itu, pada tanggal 24 November 2020, Indah mengirim surat kepada BRI untuk mempertanyakan janji dan mempertegas keseriusan dalam menyelesaikan persoalan ini,” ucap Chandra.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...