Business is booming.

Munarman Trending, Ketua Joman Imanuel Ebenezer yang Dikecam

Pendukung Jokowi tapi mendukung Munarman, hapus aja namanya dari papan tulis

Munarman trending, hal itu terkait kemunculan Imanuel Ebenezer Gerungan yang menjadi saksi meringankan atas kasusnya.

Alasan Noel, panggilan akrab Imanuel Ebenezer membela Munarman, karena ia mengaku temannya dan tahu sepak terjang kawannya tersebut.

Ironinya Imanuel Ebenezer adalah pendukung Presiden Jokowi melalui relawan Jokowi Mania (Joman)

Karena posisiya sebagai pendukung atau relawan Jokowi, Imanuel Ebenezer telah mendapat hadiah sebagai Komisaris Utama PT Mega Elektra (ME), anak usaha PT Pupuk Indonesia Holding Company (Persero).

Atas sikapnya itu, para pendukung Jokowi lainnya mengecam langkah Imanuel Ebenezer.

Langkah Imanuel Ebenezer dianggap tak sejalah dengan roh pemerintahan Jokowi yang melawan terorisme.

Sedang Munarman menjadi tersangka kasus terorisme.

Singkatan Joman sebagai Jokowi Mania pun diplesetkan netizen sebagai Jongos Munarman.

Berikut Cuitan Sejumlah Netizen terkait trending Munarman karena Noel

@Uki23: Pendukung Jokowi apalagi relawan, seharusnya segaris dengan perjuangan beliau. Pendukung Jokowi tapi mendukung Munarman, hapus aja namanya dari papan tulis trus sampoin rambutnya.

@FlobamoraGlobal: Merah Putih bergerak mengutuk pembelaan Immanuel Ebenezer (Ketum JOMAN atau GP Mania) kepada kelompok teroris (Munarman). Kita akan bergerak ke @KemenBUMN pada hari Selasa, 01 Maret 2022 jam 13.00 WIB. Untuk organ yang mau ikut serta silahkan isi list

@vita_AVP: Nonton debat Mas @_ekokuntadhi dng Immanuel Ebenezer yg ngotot bela Munarman ini jadi membuka mata publik bahwa yg namanya musuh dalam selimut itu benar adanya.

Baca Juga:  Perawat Berpengalaman Jadi Tersangka Vaksin Kosong

@Sahertian_bmc: Ternyata tidak hanya cinta yg buat orang buta, temenpun jg sama. Hey Noel, silahkan bela temen lo tanpa embel² Rel. Jokowi, krna kalo itu yg elo banggain, maka akan byk mncul kasus lain dgn embel² yg sama. Orang ngeyel keliatan salahnya TITIK. #munarman digonggongi #nur sugik

@GunRomli: Eh Noel goblok, kalau cuma alasan pertemanan dgn Munarman, gwa lebih percaya Habib  @muannas_alaidid  yg mantan TPM (Tim Pengacara Muslim) yg lebih mengerti dan tahu ‘daleman’ mrk. Elu Noel, goblok bener gak ngerti daleman jaringan terorisme!

@ariefbudiawan7: Jokowi mania tapi koncoan karo Munarman. Tulung jelasno ben aku mudeng..

@Mi73Hel: Pantaslah ada karyawan BUMN tetlibat teroris karena komisaris BUMN pun pendukung terduga teroris. Untung  @_ekokuntadhi hanya debat virtual. Kl tidak bisa2 Noel siram air teh ke wajah Eko seperti Munarman siram air teh ke wajah  @tamrintomagola

Debat di Kompas Petang

Seperti diketahui Ketua Jokowi Mania, Immanuel Ebenezer, hadir sebagai saksi meringankan bagi terdakwa Munarman dalam kasus dugaan tindak pidana terorisme menuai kontroversi.

Immanuel beranggapan bahwa tuduhan terorisme yang dialamatkan ke Munarman salah. Dia mengaku memiliki bukti-bukti bahwa Munarman bukan sosok teroris.

Menurutnya, apabila Munarman benar seorang teroris, dia tidak segan-segan meledakkan acara 212 tahun 2016, di mana ada Presiden dan beberapa pejabat tinggi.

Kesediaan Immanuel menjadi saksi meringankan Munarman juga atas inisiatifnya sendiri.

Selain itu, Immanuel Ebenezer juga mengatakan bahwa Munarman adalah kawannya.

Alasan Immanuel menjadi saksi meringankan dalam sidang Munarman pun mendapatkan tanggapan dari pegiat media sosial, Eko Kuntadhi.

“Ya, saya juga bingung ini. Saksi sebagai kawan. Katanya Munarman sebagai temannya, yang kedua kalau sebagai teroris maka dia meledakkan,” kata Eko Kuntadhi dalam Kompas Petang, Sabtu (26/2/2022).

Baca Juga:  Petisi Batalkan Permenaker No 2 Tahun 2022 Lampui 200.000 Tanda Tangan

Eko mengatakan bahwa logika Immanuel Ebenezer yang mengatakan bahwa teroris adalah seseorang yang meledakkan sangat naif.

Dia memberi contoh beberapa nama yang disangkakan sebagai teroris, seperti Osama bin Laden, Abu Bakar Baasyir, dan Oman Abdurrahman.

“Jadi, logika bahwa teroris adalah operator di lapangan itu logika yang amat sangat naif. Karena asumsinya teroris adalah orang yang meledakkan, ya enggak,” ujar Eko.

“Teroris itu ada yang meledakkan, ada yang nyari duit, ada yang merencanakan, ada yang ngompor ngomporin, ada otaknya. Semua itu punya peran dalam proses gerakan terorisme, Munarman salah satunya,” tambahnya.

Eko juga membeberkan fakta bahwa Munarman mengikuti proses pembaiatan ISIS di sejumlah daerah.

Menanggapi komentar Eko Kuntadhi, Immanuel Ebenezer mengatakan bahwa Eko Kuntadhi masuk ke dalam framing Orde Baru karena melabeli Munarman teroris karena ikut baiat.

“Ini model-model begini, yang selalu membawa narasi kebencian, dan memelihara kebencian begini, bangsa ini tidak akan pernah selesai untuk menuntaskan persoalan bangsanya sendiri,” ujar Immanuel.

“Dalam hal ini saya nggak sepakat, Anda masuk dalam framing-nya Orde Baru,” tegasnya.

Untuk diketahui, sidang kasus dugaan terorisme dengan terdakwa Munarman masih bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur.

Munarman didakwa dengan tiga pasal, yakni Pasal 13 huruf c, Pasal 14 jo Pasal 7, dan Pasal 15 jo Pasal 7 UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Jadi Komisaris Utama

Seperti diketahuo, Kementerian BUMN mereposisi Imanuel Ebenezer Gerungan menjadi Komisaris Utama PT Mega Elektra (ME), anak usaha PT Pupuk Indonesia Holding Company (Persero) (PIHC).

Sosoknya dikenal sebagai salah satu relawan pemenangan Presiden Joko Widodo dan Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019.

Baca Juga:  Profil Lengkap Raline Shah, Namanya Trending karena Tampil di Festival Film Cannes Mengenakan Kebaya

Dikutip dari keterbukaan informasi perusahaan pada Senin (14/6), Imanuel sebelumnya menjabat sebagai anggota Komisaris ME sejak 25 Agustus 2020.

Reposisi kali ini menggantikan Baran Wirawan, yang menjabat Komisaris Utama ME dan pernah menjadi Sekretaris Menteri Pertanian Suswono periode 2009-2014.

Posisi yang ditinggalkan Imanuel digantikan oleh Sandra Firmania, eks Komisaris PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (Persero).

Pergantian jajaran komisaris ME dan sejumlah anak usaha PIHC berlangsung akhir pekan lalu (12/6) antara lain, PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Indonesia Logistik, dan PT Pupuk Indonesia Energi. (LK)

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...