Business is booming.

Kasus Langkanya Solar Bersubsidi, Polisi Telah Menetapkan 117 Tersangka

“Alhamdulillah kita mulai lihat bahwa antrean terkait dengan kelangkaan solar sudah mulai berkurang"

Kabar solar langka dalam beberapa pekan ini ternyata diselidiki polisi.

Terjadinya solar langka telah diungkapkan ke publik karena disparitas atau perbedaan harga antara solar subsidi dan non subsidi.

Seperti diketahui harga solar subsidi Rp 5.150 per liter.

Sementara harga solar nonsubsidi yakni solar dexlite awalnya dibanderol dengan harga Rp9.700 per liter pada Januari 2022

Lalu naik menjadi Rp12.400 per liter pada Februari.

Pada Maret 2022 kembali naik menjadi Rp13.250 per liter.

Sebuah perbedaan harga yang hampir 3 kali lipat.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan perkembangan terbaru terkait penyalahgunaan BBM bersubsidi  jenis solar.

Ia menyebut sudah 117 orang ditetapkan sebagai tersangka dari 81 kasus.

“Terkait hal ini, kami melaporkan bahwa kita telah melakukan penegakan hukum terhadap 117 tersangka dan 81 kasus, saat ini sedang berproses,” kata Listyo dalam Rakor Lintas Sektoral Bidang Operasional Tahun 2022, Kamis (14/4/2022).

Dok Kapolri Jendral Listyo Prabowo. Hari ini ia ungkap 117 tersangka dalam 81 kasus terkait dugaan penyalahgunaan solar bersubsidi.
@ListyoSigitP

Kapolri menjelaskan antrean yang disebabkan kelangkaan solar kini semakin berkurang.

Namun, Polri masih terus mengawasi jika ada oknum yang melakukan penimbunan BBM Bersubsidi itu.

“Alhamdulillah bahwa saat ini kita mulai lihat bahwa antrean terkait dengan kelangkaan solar sudah mulai berkurang,” katanya.

Selanjutnya, dalam rakor ini, Kapolri memastikan telah melakukan koordinasi kepada kementerian/lembaga terkait soal kelangkaan BBM.

Di antaranya hadir Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin; Menko PMK Muhadjir Effendy; Menhub Budi Karya Sumadi; hingga Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Baca Juga:  Menkeu Sri Mulyani Fokus Penyaluran Banpres Produktif

“Kemudian terkait dengan isu kelangkaan BBM yang terjadi beberapa waktu yang lalu. Ini juga kami sudah melaksanakan rapat koordinasi dengan kementerian BUMN, bersama-sama dengan ibu dirut, karena memang faktanya antara ketersediaan dengan kebutuhan di lapangan stoknya lebih besar cadangan maupun ketersediaan, bahkan mencukupi untuk beberapa waktu ke depan,” katanya.

Kapolri mengatakan Polri bersama pemangku kepentingan lain bakal terus melakukan pengawasan hingga penindakan jika ditemukan adanya penyimpanan pada pendistribusian BBM.

“Sehingga tentunya yang kita lakukan adalah bagaimana kita melakukan upaya pengawasan sampai dengan penindakan hukum atau penegakan hukum terhadap penyimpangan terhadap distribusi.

“Karena memang ada disparitas harga yang cukup tinggi, kebutuhan industri yang cukup tinggi, sehingga mereka berusaha untuk mengambil kebutuhan minyak dari SPBU,”

Kelangkaan solar subsidi belakangan ini ditengarai merupakan imbas dari disparitas harga yang lebar antara solar subsidi dan nonsubsidi.

PT Pertamina (persero) mencatat penjualan solar nonsubsidi untuk industri turun hingga 11 persen.

Mengacu pada Peraturan Presiden No. 191 Tahun 2014, pengguna yang berhak atas solar subsidi untuk sektor transportasi adalah kendaraan bermotor plat hitam untuk pengangkut orang atau barang, kendaraan bermotor plat kuning kecuali mobil pengangkut hasil tambang dan perkebunan dengan roda lebih dari enam.

Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menduga ada peralihan konsumsi oleh kalangan usaha dari solar nonsubsidi ke subsidi sehingga menyebabkan kelangkaan solar.

“Kalau dilihat penjualan ke industri turun tapi di ritel naik, jadi ada perpindahan,” kata Nicke setelah memantau penjualan bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Palembang, Sumatera Selatan, dikutip dari Antara

Menurutnya, kondisi ini perlu diantisipasi dengan regulasi karena industri besar tak diperkenankan menggunakan minyak solar subsidi.

Baca Juga:  Jokowi Soroti Rangking Korupsi Urutan 102, Netizen Soroti Harun Masiku

“Subsidi ini hanya kendaraan umum dan kendaraan pengangkut barang-barang logistik, yang bertujuan agar harga-harga kebutuhan pokok tidak naik,” kata dia.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...