Business is booming.

Profil Tsamara Amany, Sarjana Cum Laude yang Menyatakan Mundur dari PSI

Ingin melakukan perjalanan baru di luar jalur partai politik, yang memperjuangkan isu-isu perempuan.

Poltisi muda perempuan Tsamara Amanyu tiba-tiba menggebrak publik.

Per Senin (18/4/2022) ia menyatakan mengundurkan diri dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Padahal posisinya di PSI adalah Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia.

“Saya memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai kader dan pengurus PSI. Terima kasih atas berbagai kesempatan yang sudah PSI berikan kepada saya. Doa terbaik saya untuk PSI jelang Pemilu 2024.” Demikian Tsamara dalam akun youtube pribadinya, Tsamara Amany.

Menurut Tsmara, keputusannya untuk mundur dari PSI berdasarkan pertimbangan pribadi.

Ia ingin melakukan perjalanan baru di luar jalur partai politik. Terutama dalam memperjuangkan isu-isu perempuan.

Menurut Tsamara, keputusannya untuk mundur bukan untuk mengecilkan peran partai politik. Hanya saja, dia mengaku saat ini membutuhkan jalur di luar partai.

Profil Tsamara Amany

Tsamara Amany mulai dikenal publik sejak terjun ke dunia politik bersama PSI.

Tsamara kala itu menjabat sebagai Ketua DPP PSI.

Menjelang Pemilu 2019, ia menjadi salah satu juru bicara pasangan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin di Pilpres 2019.

Tsamara belakangan lebih banyak menghabiskan waktunya di Amerika Serikat sejak berkuliah di New York University.

Dia menjalani studi master melalui beasiswa Fulbright di bidangPublic Policy & Media Studies.

Tsamara Amany juga tercatat pernah menjadi saksi dalam uji materi syarat calon independen dan turut mengajukan revisi UU Pilkada berkaitan dengan calon independen.

Baca Juga:  Luna Maya Trending, Trailer Film Suzzanna hingga Akui Jalin Kasih dengan Maxime Bouttier

Tsamara Amany Alatas lahir 24 Juni 1996 (25 tahun)

Tsamara Amany lulusan S-1 bidang Ilmu Komunikasi di Universitas Paramadina.

Ia lulus dengan predikat magna cum laude, yakni IPK 3,86 dan menyelesaikan kuliahnya dalam waktu 3,5 tahun.

Pada 21 April 2018, Tsamara resmi diwisuda.

Skripsinya berjudul “Pengaruh Kampanye Multimedia PartaI Solidaritas Indonesia di Facebook Terhadap Minat Anak Muda Berbagi Informasi Politik” mendapat nilai A.

Pada April 2020, Tsamara Amany mengumumkan melalui unggahan di media sosial bahwa dirinya diterima di New York University.

Studi master tersebut diraih Tsamara Amany melalui beasiswa Fulbright untuk melanjutkan studi master bidang Public Policy & Media Studies.

Ia pernah menjadi saksi dalam uji materi syarat calon independen dan turut mengajukan revisi UU Pilkada berkaitan dengan calon independen.

Pada Januari-April 2016 menjadi staf magang Gubernur DKI, ditugaskan dalam tim untuk membantu Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), simplifikasi perizinan memulai usaha, dan meningkatkan peringkat izin memulai usaha dari 167 (2015) menjadi 151 (2016) dalam survei Bank Dunia.

Bersama dua temannya, Gaby dan Nita, Tsamara mendirikan organisasi Perempuan Politik.

Tsamara merupakan anak dari pengusaha pertambangan Muhammad Abdurachman Alatas.

Pada Mei 2015, Tsamara pernah menikah dengan seorang wartawan bernama Ismeth Alatas, tetapi pasangan ini bercerai pada tahun 2017.

Kemudian pada tahun 2019, tanggal 19 Oktober, Tsamara menikah dengan seorang profesor dari New York University, Ismail Fajrie Alatas. Beda usia antara keduanya 13 tahun.

Tsamara adalah penggemar dari klub Real Madrid.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...