Business is booming.

Kapolda Sulteng Pastikan DPO MIT Poso Tinggal Satu Orang Yakni Askar

“Jadi kami sekarang mengimbau kepada Pak Guru untuk menyerahkan diri,”

Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Rudy Sufahriadi memastikan anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) tinggal 1 orang.

“Dia adalah Askar alias Jaid alias Pak Guru,” kata Irjen Rudy Sufahriadi dalam keterangannya seperti dilansir Antara.

Rudy pun menunjukkan wajah Pak Guru kepada wartawan.

Sebelumnya Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah membuat Pencarian Orang (DPO) MIT Poso.

Tadinya mereka sempat merilis bahwa DPO MIT Poso tinggal dua orang. Selain Askar alias Jaid alias Pak Guru, satu nama lainnya adalah Nae alias Galuh alias Muchlas.

Namun belakangan berdasarjab keterangan sejumlah saksi dan hasil identifikasi pihak Kepolisian, Nae sudah tak ada.

Diduga Nae meninggal dunia saat melakukan kontak dengan petugas.

Kepolisian kini sedang mencari jenazah Nae untuk memastikan kabar telah meninggal dunia.

“Jadi kami sekarang mengimbau kepada Pak Guru untuk menyerahkan diri,” kata mantan Kapolda Jabar tersebut.

Sekitar sebulan yang lalu, Irjen Rudy menyampaikan kabar meninggalkan salah satu anggota MIT setelah kontak senjata dengan petugas.

Anggota MIT yang tewas ternyata bernama Suhardin alias Hasan Pranata, bukan Askar alias Jaid alias Pak Guru.

“Jadi yang tertembak bukan Askar alias Jadi alias Pak Guru, yang tertembak atas nama Suhardin alias Hasan Pranata. Sudah dilakukan cek semuanya, keluarganya juga datang melihat, dan jenazah sudah berada di Rumah Sakit Bhayangkara Palu,” kata Irjen Rudy Sufahriadi di Mapolsek Sausu, Kamis (28/4/2022).

Baca Juga:  Trending, Netizen Berbagi Pengalaman di Toko Buku Gramedia

Terjadinya tembak-menembak hingga menyebabkan Suhardin tewas, berawal dari upaya semakin gencarnya Satuan Tugas Madago Raya mencari sisa anggota MIT yang masuk daftar pencarian orang (DPO).

Selama Ramadhan, Rudy memang memerintahkan pencarian dilakukan semakin giat.

Tujuannya, agar kelompok itu tidak beraksi sepanjang bulan suci ini.

Rudy juga mengatakan, Suhardin ditembak mati karena hendak melempar bom lontong ke arah anggota Satuan Tugas Madago Raya yang terlibat kontak senjata dengannya

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...