Pejabat Laknat Trending, Netizen: Oknum Pjabat Tangannya Sperti Gurita
Tagar Pejabat Laknat trending di media sosial Twitter pada Senin (26/9/2022), menyusul sejumlah kasus yang melibatkan oknum pejabat semakin memperburuk kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Netizen pun gaduh menangapi tagar Pejabat Laknat yang trending tersebut hingga tercatat 3.060 ciutan (Tweets) mereka sampaikan. Berikut beragam ciutan mereka.
Seperti pemilik akun Twitter @Thavit_Amoura menulis, “Seorang oknum pejabat kepolisian yang seharusnya mengayomi dan melindungi masyarakat justru membantai ajudannya sendiri. Kepercayaan publik pun terjun bebas.”
Lalu akun Twitter @RickyBarmans menulis, “Selama para pejabat menghamba harta benda, negara akan terus dijadikan sapi perah penguasa.”
@timpakul_89 menulis, “Dulu pendukung Ahok, skrg pendukung Ganjar Pas di”tangkap” KPK teriak2 histeris- jdi jelas ya .. org baik ngumpulnya dgn org baik ‼️ bajingan, maling, rampok, ngumpulnya dgn “sesamanya”
@62Prendjak menulis, “#PejabatLaknat Bensin ganti pertalite ganti Pertamax Mobil BBM ganti mobil listrik Kompor BBM (gas) ganti kompor listrik Kerja kalian cuma Mencekik Rakyat, Memeras Rakyat ,Korupsi, Kolusi,Nepotisme
Bagaimana kalau Kalian(para pejabat) yg di ganti sama Rakyat?”
@imambukhori_79 menulis, “Kata menteri BUMN tiap tahun impor gas capai 70T. Mungkin ini salah satu alasan knp ada program kompor listrik. Dgn kompor listrik,daya listrik tiap rumah minimal 1300VA krn dayanya kompornya 1000 watt,tagihan akan bengkak. PLN dpt cuan,rakyat sulit bayar tagihan.. #PejabatLaknat”
@RickyBarmans menulis, “Ketika sudah berada di puncak. Ketahuilah tidak ada jalan lagi kecuali jalan untuk turun, dan alangkah baiknya saat berada diatas jadilah manusia yang berguna bagi semua orang.”
@Mukidioon2 menulis, “Memanipulasi kenyataan, indonesia pengeksport gas terbesar di dunia koq import?”
@ileng_s menulis, “Jaga kewarasan jangan tiru #PejabatLaknat yang tak memikirkan rakyatnya… #PejabatLaknat hanya memikirkan isi perut sendiri saat berkuasa”
@Gank_Of_Petojo menulis, “Impor Elpiji Rp 70T/thn? Helooo!!! Negara pengexport gas terbesar ke 11 di dunia import gas? Kalo benar import, mana dokumen pendukung? Bisa tunjukkan? Kalau tidak, sama saja pembohong ya kan?”
@Thavit_Amoura menulis, “Dulu, Seorang pimpinan usaha jualan minyak ada yang ngebacot “merem doank bakal untung”
Lah, Sekarang udah berjalan beberapa tahun rugi mulu. Akhirnya rakyat juga yang dikorbanin.”
@Nurulkjo1 menulis, “Dimana sih memiliki hati dan otak kayak kalian? Dari kecil mengaji ,rajin ibadah ,sekolah tinggi tapi diberi kekuasaan malah menindas rakyat ….😤👎”
@sehat_roemah menulis, “Jangan heran bila ELIT down grade
Genes dan pola asuh serta pendidikan menentukan pola fikir dan prilaku, namun sso bisa berubah krn bbrp faktor:
1. Lingkungan buruk
2. Gangguan fisik dan psikis
3. Ketidak mampuan kelola stres
4. Level berfikir rendah
5. Guru yg salah
6. dst”
@Jannah_Lulu_ menulis, “Ilmu ngaji-nya tidak sampai di hati karena cuma sekedar di permukaan saja.”
@kiwalipitu menulis, “Keyakinanku akibat setiap hari makan minum dari uang panas berakibat tindak tanduk perilaku berubah drastis.”
@GReinkarnasi menulis, “Smpah janji jbatan dijadikan sbg tekad untuk bekerja dan bekerja. Menjalankan amanat yang telah diberikan rakyat. Stelahnya Mrk di smpah g sdikit Oknum Pjabat tangannya sperti Gurita nafsunya tak trkendali garuk sana/i Uang Ngara. Dsar Xxxxat 😡”
@mohtahid menulis, “Banyak salon untuk pejabat, bukan untuk rakyat. Membuat pejabat mengkilat, dan biarpun rakyat sekarat.”
@windaratn menulis, “Waduu pak, jangkan mau beli kompor listrik mau beli makan buat keluarga aja susah bahkan masih ada yang menggunakan kayu..
@pasuknakalsehat menulis, “#PejabatLaknat mana takut dengan sabda Rasulullah. #PejabatLaknat takutnya klo isteri main sama pembokat..”
@Agathis08685249 menulis, “Apa yg terpikir olehmu, #PejabatLaknat”
@GarisGiras menulis, “Kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan (misbobe) sengaja diternak pengambil kebijakan. Minimal agar mudah dikendalikan, diimingi 100rb ktk pilpres msl. #PejabatLaknat”
@pasoarjun menulis, “Negara tak berdaya di bawah kendali oligarki, sementara politisi dan birokrat asyik dalam persekongkolan jahat. Semua pejabat berlomba-lomba memuaskan syahwat, meng-anjing -buta mengejar kepentingan sesaat.”
@GarisGiras menulis, “Revolusi mental ala rezim justru lahirkan warganegara pengemis di negri sendiri. Pemberian bantuan langsung tunai cm contoh, di tengah kebijakan mencabut subsidi bbm msl; hg harga2 tak terjangkau. #PejabatLaknat rakyat melarat, kerabat dan korporat berpesta kumpulkan pundi2.”
@Mukidioon2 menulis, “Rakyatnya melarat pejabatnya hedon”
@__Syazwana1211 menulis, “Fakta.. sistem kapitalisme hanya akan mmbuat yg kaya tambah kaya karena menggurita ke keluarga teman..sodara Yg miskin tambah kismin🙈 Pakde bisa move on enggak niih🤔”
@bostari4 menulis, “Kenapa kalo bantuan disebut BANTUAN PRESIDEN Tapi kalo hutang ga disebut HUTANG PRESIDEN”
@Tti_Nur menulis, “Klu hutang rakyat yg suruh gotong royong bayar y dngan berbagai macam aturan yg tidak sesuai kondisi perekonomian klu bantuan ats namakan presiden ya biar nampak baik baik saja..☺😅”
Kompor Listrik Siasati Kelebihan Pasokan PLN?
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan rencana konversi gas LPG 3 kg ke kompor listrik adalah upaya untuk menyiasati kelebihan pasokan/oversupply listrik PT PLN (Persero).
“Menyalurkan oversupply, kan kalau oversupply harus bayar take or pay, ini kan beban” kata dia dikutip cnnindonesia.com di Gedung DPR MPR, Jakarta, Kamis (22/9/2022).
Kontrak listrik PLN sendiri menerapkan skema take or pay. Artinya, PLN harus tetap membayar sesuai kontrak meski listrik yang diproduksi produsen listrik swasta (IPP) dipakai atau tidak.
Arifin menjelaskan program kompor listrik ditujukan untuk meningkatkan permintaan akan listrik. Jika demand naik, serapan listrik pun bisa meningkat. Apalagi saat ini pemerintah juga tengah mendorong penggunaan kendaraan listrik.
“Jadi kan ini (kompor listrik) uji coba, sekarang motor listrik didorong supaya bisa masuk, nanti tinggal respons dari pasar, kalau pasar ini responsnya bagus otomatis demand-nya juga naik,” papar Arifin.
Meski tidak menyebutkan jumlah pastinya, Arifin mengklaim oversupply cukup banyak. Terlebih, masih banyak pembangkit baru yang masuk program pembangkit listrik 35 ribu megawatt (MW) beberapa waktu belakangan.
“(Pembangkit) yang dalam konstruksi akan susah (dibatalkan), ini akan jadi tambahan,” kata Arifin.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Rida Mulyana menyebut oversupply listrik PLN mencapai 6 GW di akhir 2022.
Menurutnya, jumlah itu mencakup seluruh Indonesia. Namun, mayoritas di Pulau Jawa. “6 GW kalau akhir tahun ini. Yang (tahu) persis kan di PLN,” katanya.
Sebelumnya, Rida menuturkan pemerintah bakal memberikan paket kompor listrik secara gratis kepada 300 ribu rumah tangga yang menjadi sasaran tahun ini.
Nantinya, rumah tangga penerima paket kompor listrik ini adalah yang terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Paket tersebut terdiri dari satu kompor listrik, satu alat masak dan satu Miniature Circuit Breaker (MCB) atau penambah daya khusus untuk kompor listrik.
“Rencananya tahun ini 300 ribu (penerima). Jadi satu rumah itu dikasih satu paket, kompornya sendiri, alat masaknya sendiri, dayanya dinaikin,” ujarnya.
Rida menjelaskan harga paket kompor listrik ini sekitar Rp1,8 juta, sehingga jika sasarannya 300 ribu rumah tangga, maka anggaran yang dibutuhkan tahun ini sekitar Rp540 miliar.
Meski demikian, Rida mengatakan masih bisa ada perubahan. Sebab, ada masukan agar data kompor listrik yang dibagikan dinaikkan.
Saat ini, daya yang bakal dibagikan sebesar 800 watt untuk dua tungku. Namun, ada masukan dari DPR agar dayanya dinaikkan menjadi 1.000 watt.
“Perencanaan awal, sama-sama dua tungku, awalnya 800 watt, sekarang mau dinaikkan lagi salah satunya 1.000 MW. Jadi biar masaknya lebih kencang (cepat),” kata Rida.
Jika perubahan daya dilakukan, maka kata Rida akan ada tambahan anggaran untuk satu paket kompor listrik. Misalnya, saat ini dengan daya 800 watt itu Rp1,8 juta, maka dengan daya 1.000 watt bisa mencapai Rp2 juta per paket.
“Cuma sekarang masih uji coba, ada usulan yang satu tungkunya dirubah lebih gede. Nah, masih dikalkulasi berapa harganya, harusnya kan enggak Rp1,8 juta lagi, pasti lebih naik, sekitar Rp2 juta lah,” tegasnya.
Adapun uji coba konversi LPG 3 kg ke kompor listrik ini tengah dilakukan di tiga kota, yakni Denpasar, Solo, dan satu lainnya di Sumatra.
Gila lu…Siapa yah sy gak tahu namanya
Stand up komedinya..
Keren abieeeez!!!
Tinggal pertanyaannya ke Dedy neh
Hayo Dedy Corbuzier..berani gak nanya begitu?
Ya kan..ya kan!
Biar gak Najwa Sendiri yg Menawan gitu loh#PejabatLaknat#PejabatLaknat https://t.co/E54Gnb7ngG— Deslini (@Deslini2) September 26, 2022