Business is booming.

Profil Cellica Nurrachadiana, Bupati Karawang yang Memastikan Tak Lakukan Jual Beli Jabatan

"Selalu saya sampaikan kalau proses promosi, rotasi, dan mutasi dilaksanakan secara fair dan terbuka,"

Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana membuat pernyataan menyejukan.

Ia memastikan tak ada praktik jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Pernyataan itu ia sampaikan justru saat pelantikan puluhan pejabat tinggi dalam promosi, rotasi dan mutasi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintahan yang ia pimpin pada Senin (17/10/2022).

“Selalu saya sampaikan kalau proses promosi, rotasi, dan mutasi dilaksanakan secara fair dan terbuka,” kata bupati disela usai pelantikan puluhan pejabat tinggi, administrator, camat dan pejabat fungsional di Pemkab Karawang, Senin.

Ia mengatakan proses promosi, rotasi, dan mutasi ASN di lingkungan Pemkab Karawang dilihat dari aspek kinerja, loyalitas dan integritas sebagai ASN.

“Tidak boleh ada praktik jual beli jabatan,” katanya seperti dikutip Antara.

Pada Senin ini, sebanyak 44 pejabat di lingkungan Pemkab Karawang diambil sumpahnya dan dilantik jabatan baru. Mereka di antaranya lima pejabat pimpinan tinggi pratama, 15 camat, pejabat administrator, pengawas serta 24 pejabat fungsional.

“Proses promosi, rotasi dan mutasi ASN ini telah kami putuskan bersama Baperjakat (Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan). Terutama rekomendasi KASN untuk jabatan tinggi pratama dan rekomendasi gubernur sebagai wakil pemerintah pusat khusus pengangkatan camat,” katanya.

Ia meminta kepada pejabat yang dilantik untuk menyelesaikan target kinerja 2022 secepat mungkin dan infomasikan keberhasilan kerja Pemkab Karawang agar masyarakat mengetahui dan merasakan kehadiran pemerintan daerah.

Baca Juga:  Christianto Wibisono Wafat Pada Usia 76 Tahun, Ini Jejak Kariernya

Sementara itu, terkait masih banyaknya jabatan kosong di lingkungan Pemkab Karawang, bupati mengaku akan menggelar open bidding terbuka setelah ada rekomendasi KASN dalam kurun waktu kurang lebih satu pekan ke depan.

Menurut bupati, dirinya sebagai pejabat pembina kepegawaian mengajak seluruh ASN mengikuti open bidding yang digelar terbuka, agar ia bisa memilih calon terbaik untuk mengisi jabatan yang ada.

Informasi yang dihimpun, sejumlah jabatan kepala dinas dan kepala badan di lingkungan Pemkab Karawang cukup banyak yang kosong, hanya dijabat pelaksana tugas.

Kekosongan jabatan itu ada yg sudah berlangsung selama lebih dari setahun.

Di antara jabatan tinggi kepala dinas atau jabatan pimpinan tinggi pratama yang kini masih kosong, diisi oleh pelaksana tugas ialah Kepala Disnakertrans, Dishub, Dinsos, Bappeda, Koperasi dan UMKM, BPBD dan lain-lain.

Profil Cellica Nurrachadiana

Cellica Nurrachadiana lahir 18 Juli 1980 adalah Bupati Karawang untuk masa bakti 2015-2020 dan 2021-2026.

Sebelumnya, ia menjabat sebagai Wakil Bupati Karawang untuk masa bakti 2010-2015. Ia dinobatkan sebagai Wakil Bupati termuda se-Indonesia saat itu.

Cellica lahir di Bandung tanggal 18 Juli 1980. Setelah lulus SMA di Bandung, ia lulus S1 dari Universitas Kristen Maranatha dan S2 hukum kesehatan dari Universitas Katolik Soegijapranata.

Ia memiliki satu anak dan sudah bercerai. Menurut Cellica, namanya berasal dari mobil Toyota Celica yang dibeli orang tuanya ketika ia lahir.

Sebelum terjun ke politik, ia menjabat sebagai direktur di beberapa perusahaan.

Ia juga tampil dalam film Surat Kecil Untuk Tuhan (2011) memerankan dokter yang merawat tokoh utama.

Politik

Cellica terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Barat dalam pemilihan umum 2009 dan dilantik pada tanggal 31 Agustus 2009.

Baca Juga:  Sri Sultan dan Wacana Lockdown Total Akibat Melonjaknya Covid-19, Trending

Dalam pilkada 2010, ia maju sebagai wakil Ade Swara dan menang dengan perolehan suara 38,8%, mengalahkan petahana Sonny Gersona.

Mereka dilantik pada 27 Desember 2010. Pengganti Cellica di DPRD baru diangkat pada Juni 2011.

Setelah Ade ditangkap dan didakwa korupsi dan pencucian uang, Cellica diangkat sebagai pelaksana tugas bupati pada 24 Desember 2014 sampai masa jabatannya berakhir bulan Desember 2015.

Pada Pemilu Bupati Karawang 2015 Cellica berpasangan dengan Ahmad Zamakhsyari.

Pasangan calon Cellica dan Ahmad Zamakhsyari memenangkan pilkada 2015 dengan suara mayoritas tipis (51,06%, 533.240 suara).

Ia dilantik oleh Gubernur Ahmad Heryawan pada tanggal 17 Februari 2016.

Sebagai bupati, Cellica memperkenalkan program rumah susun di Karawang untuk mengurangi pemanfaatan lahan karena lahan pertanian semakin berkurang akibat ekspansi kawasan industri.

Pada tahun 2018, ia berseteru dengan wakilnya soal mutasi ratusan pejabat kabupaten. Wakilnya berencana maju melawan Cellica dalam pilkada 2021.

Dalam peluncuran bukunya pada Maret 2016, ia menyampaikan sebuah pidato yang berbuah ancaman penculikan oleh Front Pembela Islam. Isu ini kemudian diklarifikasi dan diselesaikan. Penyebabnya adalah media setempat tidak lengkap mengutip pernyataan Cellica.

Pada Pemilu Bupati 2020 Cellica berpasangan dengan Aep Syaepuloh, dan Wakil sebelumnya Ahmad Zamakhsyari menjadi pesaingnya pada pemilu ini, selain itu ada nama seorang artis Adly Fairuz yang menjadi calon Wakil Bupati Karawang. Pasangan Cellica-Aep berhasil memenangkan pemilu.

Pada tanggal 24 Maret 2020, Nurrachadiana dinyatakan positif menderita Covid-19. Beberapa hari sebelumnya ia sempat mengalami sesak napas saat berpidato.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...