Business is booming.

Profil Cak Nun, Namanya Trending karena Sebut Jokowi Seperti Firaun

@GunRomli:: Cak Nun sedang meninggikan Jokowi & merendahkan dirinya sendiri

Cak Nun nama panggilan tokoh Islam Emha Ainun Najib trending.

Dalam sebuah vdeo ceramah cak Nun ngomong soal pemilu 2024.

Ia menyebut Jokowi sebagai Firaun, Qarun sebagai 10 naga dan Hamat disebutnya Luhut.

Sebutan itu muncul terkait pemilu 2024 dimana sistem sudah dikuasai Jokowi, Luhut, dan 10 naga sebutan pengusaha Indonesia keturunan Tionghoa

Artinya Jokowi dan gengnya disebut sudah menguasai uang hingga sistemnya.

Dengan demikian, siapapun capresnya, mereka sudah menentukan pemenangnya.

Berikut garis besar cuplikan video ceramah Cak Nun yang beredar di media sosial twtter.

Seperti biasa ia ceramah menggunakan logat bahasa Jawa Timur dan Bahasa Indonesia

Saiki2 nek kon hasil pemilu itu kan mencerminkan tingkat ke dewasaan rakyet,

Bahkan algoritma pemilu 2024. Kon nggak mungkin menang karena wis ono pemenang saiki.

Karena Indonesia saiki dikuasai Firaun yang namanya Jokowi. 

Qarun yang dikuasai antony salim yang namanya 10 naga,  Haman yang namanya Luhut.

Jadinya negara kita sesempurna dipegang Firaun, Haman dan Qorun.

Semua alat politik sudah pegang semua. Dari uang sampai sistemnya.

Jadi kon milih siapa saja sudah ada yang menang.

Nah gitu dewasa apa enggak, monggo (dinilai)

Video Cak Nun memunculkan pro dan kontra

@arwidodo: Tatkala Cak Nun membandingkan rezim sekarang dengan rezim Fir’aun

@BO2129: Cak Nun,berani bangetttttt. Orang nya nekat,berani mati.

Baca Juga:  Polri Rilis Pengapusan Dua DPO Kasus Vina Cirebon, Hanya Satu Pegi Setiawan

@agoez_76: Dlm pemerintahan Jkw,cak nun mmg tak bs mkn kenyang spt KADRUN² yg lain.wajarlah kl cak nun menghina Jkw,bahkan memfitnah seakan dia tau apa yg akn http://trjd.bs jd cak nun jg tau panjang pendeknya umur Jkw,bsk atau lusa akn mati.perhatikan baik² siapa diblakang cak nun

@MichaelNababani: Demi hasrat politik,Cak Nun keluarkan fitnah keji menyebut Jokowi adalah Firaun. Terima orderan dr siapa ya? Apakah org ini pantas jadi panutan?

@03__nakula: Inilah pentingnya akal, berilmu kalo tidak berakal ya gini, sesat!! Al-quran sudah menjelaskan, diakhir jaman akan banyak muncul ulama yang menyesatkan umat, Mungkin Cak Nun ini salah satunya. Berilmu tapi tidak berakal.

@GunRomli: Jika ada kekurangan di Jokowi, tdk sampe layak dihina sprt Firaun, jika ada kelebihan Emha Ainun Najib gak sampe level Nabi Musa & Sabrang sprt Nabi Harun. Hanya kesombongan & ketakaburan yg mengatakan itu. Cak Nun sedang meninggikan Jokowi & merendahkan dirinya sendiri…

Profil Cak Nun

Muhammad Ainun Nadjib atau biasa dikenal Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun atau Mbah Nun (lahir di Jombang, Jawa Timur, 27 Mei 1953 (69 tahun).

Ia adalah seorang tokoh intelektual Muslim Indonesia.

Ia menyampaikan gagasan pemikiran dan kritik-kritiknya dalam berbagai bentuk: puisi, esai, cerpen, film, drama, lagu, musik, talkshow televisi, siaran radio, seminar, ceramah, dan tayangan video.

Ia menggunakan beragam media komunikasi dari cetak hingga digital dan sangat produktif dalam berkarya.

Ragam dan cakupan tema pemikiran, ilmu, dan kegiatan Cak Nun sangat luas, seperti dalam bidang sastra, teater, tafsir, tasawwuf, musik, filsafat, pendidikan, kesehatan, Islam, dan lain-lain.

Selain penulis, ia juga dikenal sebagai seniman, budayawan, penyair, cendekiawan, ilmuwan, sastrawan, aktivis-pekerja sosial, pemikir, dan kyai.

Banyak orang mengatakan Cak Nun adalah manusia multi-dimensi.

Baca Juga:  Singkirkan Atletico, Dortmund Tantang PSG di Semifinal

Menjelang kejatuhan pemerintahan Soeharto, Cak Nun merupakan salah satu tokoh yang diundang ke Istana Merdeka untuk dimintakan nasihatnya, yang kemudian celetukannya diadopsi oleh Soeharto berbunyi “Ora dadi presiden ora pathèken”.

Setelah Reformasi 1998, Cak Nun bersama KiaiKanjeng memfokuskan berkegiatan bersama masyarakat di pelosok Indonesia.

Aktivitasnya berjalan terus dengan menginisiasi Masyarakat Maiyah, yang berkembang di seluruh negeri hingga mancanegara.

Cak Nun bersama KiaiKanjeng dan Masyarakat Maiyah mengajak untuk membuka yang sebelumnya belum pernah dibuka.

Memandang, merumuskan dan mengelola dengan prinsip dan formula yang sebelumnya belum pernah ditemukan dan dipergunakan.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...