Business is booming.

Pencarian Korban Erupsi Marapi Libatkan 200 orang, Sebanyak 10 Pendaki Belum Ditemukan

Wakapolda Sumbar Brigjen Edi Mardiyanto, S.Ik. M.Si beserta beberapa Pejabat Utama Polda Sumbar mengunjungi Pos DVI (Disaster Victim Identification) Polda Sumbar, Selasa (5/12).

Update pencarian pendaki terus dilakukan

Pencarian melibatkan tim gabungan terdiri dari TNI-Polri, BPBD dan para relawan.

Jumlah mereka sekitar 200 orang  dan terus melakukan pencarian korban erupsi Gunung Marapi, Sumbar.

Diketahui sebanyak 75 orang pendaki terjebak saat erupsi terjadi. Dan hasil evakuasi hingga Selasa sebanyak 11 orang mengalami luka, 3 orang kritis dan 5 orang meninggal dunia.

Hingga kini tim gabungan masih terus mencari 10 orang pendaki yang masih terjebak di jalur pendakian gunung.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A (Basarnas) Padang, Abdul Malik mengungkapkan, telah mengevakuasi lima orang korban meninggal dunia bencana erupsi Gunung Marapi pada Selasa ini.

“Pukul 07.00 WIB, Tim SAR Gabungan berjumlah 200 orang, melanjutkan operasi pencarian dengan luas area pencarian radius 800 meter dari jalur pendakian Gunung Marapi dengan koordinat area pencarian sektiar 5.3 Km persegi,” ungkap Abdul Malik.

Jumlah pendaki Gunung Marapi yang dinyatakan tewas bertambah dua orang, sehingga total menjadi 13 orang. Dua penambahan pendaki yang tewas ini merupakan bagian 12 pendaki yang sebelumnya dinyatakan hilang.

Kabiddokkes Polda Sumbar, Kombes Pol drg. Lisda Cancer, mengungkapkan kelima jenazah yang telah teridentifikasi ini diserahkan ke pihak keluarga. Mayoritas jenazah teridentifikasi melalui sidik jari.

Wakapolda Sumbar Brigjen Edi Mardiyanto, S.Ik. M.Si beserta beberapa Pejabat Utama Polda Sumbar mengunjungi Pos DVI (Disaster Victim Identification) Polda Sumbar, Selasa (5/12).

Hal ini untuk meninjau penanganan korban jiwa bencana alam erupsi Gunung Marapi di posko tersebut.

Pada kesempatan tersebut juga Wakapolda menyerahkan ke lima jenazah yang sudah dievakuasi dan diidentifikasi kepada keluarganya serta mengunjungi pasien korban erupsi yang selamat dan sedang perawatan.

Dirinya menyampaikan, terdapat 18 pendaki Gunung Marapi terindikasi meninggal dunia imbas erupsi Gunung Marapi di Agam dan Tanah Datar, Sumbar di dua lokasi sekitar Gunung Marapi tersebut.

Polda Sumatera Barat juga secara aktif melibatkan diri dalam upaya penanganan bencana alam pasca erupsinya Gunung Marapi, Tanah Datar, Sumbar.

Diantaranya adalah pemberian trauma healing kepada korban erupsi Gunung Marapi dan keluarganya. Langkah ini diambil sebagai bagian dari respons penuh perhatian terhadap dampak psikologis yang mungkin dialami oleh mereka yang terdampak langsung oleh erupsi tersebut.

Sejak Gunung Marapi meletus beberapa waktu yang lalu, Polda Sumbar bersama tim medis dan Bag Psikologi ro Sdm Polda Sumbar telah menyelenggarakan sesi trauma healing di beberapa lokasi kepada korban beserta keluarganya.

Tim Trauma Healing Polda Sumbar ini dipimpin oleh Kabag Psi Biro SDM Polda Sumbar, Kompol Fakhru Rozie, S.Psi dengan mengikutsertakan beberapa anggota Tim sejak hari Senin tanggal 4 Desember 2023.

Tim trauma healing terdiri dari Bag Psikologi ro Sdm Polda Sumbar dan konselor yang telah terlatih untuk menangani kasus trauma pasca-bencana.

Mereka memberikan bimbingan dan dukungan emosional kepada korban, membantu mereka untuk mengatasi rasa takut, kecemasan, dan stress yang dapat muncul setelah mengalami peristiwa traumatis seperti erupsi Gunung Marapi.

Baca Juga:  Profil Mayjen TN Susilo, Akmil 1993, Pangdivif 2 Kostrad ke-51
Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...