Business is booming.

Airlangga Hartarto Ungkap Angka Covid-19 Cukup Mengkhawatirkan

Mudik Lebaran dan Varian Baru Jadi Penyebab Melonjaknya Angka Covid-19 di Indonesia

Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Airlangga Hartaro mengungkap fakta-fakta terkini angka Covid-19 di Indonesia

Ia menyebut, persentase kasus aktif Covid-19 di Indonesia menembus 7,6 persen.

Menurutnya, angka tersebut masih di atas angka global yang mencapai 6,5 persen.

Bahkan menurut catatan www.worldometers.info terkini, Indonesia sudah masuk 4 besar jumlah covid-19 di Asia setelah India, Turki, dan Iran

Indonesia masuk 4 besar Asia terkait kasus covid 19

 

Adanya peningkatan kasus dinilainya terjadi pasca perayaan Hari Raya Idul Fitri. Dan juga adanya varian baru Delta.

“Pasca Idul Fitri dan adanya penyebaran varian baru delta, telah terjadi kenaikan. Sehingga kasus aktif kita menjadi 7,6 persen,” ujar Airlangga dalam webinar Perbanas Institute, Rabu (23/6/2021).

Dirinya menjelaskan, libur panjang pada Idul Fitri tahun 2021 membuat peningkatan rata-rata jumlah kasus harian antara 53 persen sampai 278 persen.

Jumlah ini jauh lebih tinggi dibandingkan kenaikan kasus harian saat Idul Fitri 2020. Yang berkisar 68 persen hingga 93 persen.

“Libur panjang kemarin meningkatkan interaksi masyarakat. Sehingga ini menimbulkan varian baru,” kata Airlangga.

Baca Juga:  50 Meninggal karena Covid-19 di Bangkalan, Kapolri-Panglima-Menkes Turun Tangan

Untuk jumlah kematian akibat Covid-19 tercatat telah mencapai 55.291, dengan persentase 2,74 persen.

Angka tersebut lebih tinggi dari global di 2,1 persen.

Meski demikian, Airlangga menyatakan angka recovery rate Indonesia cukup tinggi di level 89,69 persen, walaupun masih dibawah persentase angka global di 91,3 persen.

Peningkatan penyebaran kasus Covid-19 di Indonesia dinilainya tidak bisa dianggap biasa-biasa saja.

Karena apabila kelak melonjak sangat signifikan, tentunya akan berdampak langsung terhadap perekonomian nasional.

Baca Juga:  Sri Sultan dan Wacana Lockdown Total Akibat Melonjaknya Covid-19, Trending

Maka dari itu Pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk mencegah rantai penularan, dengan cara memperketat Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro.

Sebagai informasi, saat ini perekonomian Indonesia di kuartal II-2021 sudah mulai mengalami perbaikan.

Maka dari itu penyebaran Covid-19 harus benar-benar dikendalikan, agar tidak mempengaruhi program pemulihan ekonomi nasional secara signifikan.

“Tentu kita harus mengambil kebijakan dari hulu hingga hilir. Untuk hilir, seperti kita lakukan peningkatan kapasitas rumah sakit,” ujar Airlangga.

“Untuk di hulu, kedisiplinan masyarakat harus ditingkatkan. Dan demikian tentu saja tracking, tracing, treatment terus pemerintah lakukan,” pungkasnya.

Semakin Mengkhawatirkan

Sementara itu Ketua Umum Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Ede Surya Darmawan mengatakan kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia semakin mengkhawatirkan.

Sebab, kata Ede, kasus kumulatif Covid-19 di Indonesia kini sudah mencapai angka 2.004.445 pada 21 Juni 2021 lalu.

Baca Juga:  Amarah Tuan Duterte Terhadap Penolak Vaksinasi

“Situasi epidemi Covid-19 semakin mengkhawatirkan di Indonesia. Kasus harian sebesar 14.536 juga merupakan angka tertinggi sejak kasus pertama pada tanggal 2 Maret 2020,” kata Ede dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (23/6/2021).

Ia menuturkan, setelah meningkat tajam sejak November 2020, tren kasus harian Covid-19 sempat turun dari angka 14.518 pada tanggal 30 Januari 2021 hingga menjadi 2.385 pada tanggal 15 Mei 2021.

Namun seusai libur panjang Lebaran 1442 Hijriah/2021 Masehi kasus harian kembali meningkat signifikan hingga mencapai angka tertinggi kembali.

“Peningkatan pesat kasus tersebut diperkirakan akibat telah menyebarnya virus Covid-19 varian delta di tengah masyarakat yang lebih infeksius dibandingkan varian sebelumnya,” ujarnya seperti dikutip Kompas.com.

Baca Juga:  Erick Thohir Pastikan Vaksin Gotong Royong Tak Pakai Dana APBN

Ia melanjutkan, angka positivity rate kini juga mencapai 23,3 persen jauh di atas standar aman World Health Organization (WHO) yakni lima persen.

Terlebih lagi sebanyak 54.956 orang 2,7 persen pasien juga telah dinyatakan meninggal dunia akibat Covid-19.

“Proporsi kasus Covid-19 pada anak jumlahnya cukup besar, yaitu sebanyak 2,9 persen pada anak usia kurang dari 5 tahun dan 9,6 persen pada anak usia 6-18 tahun,” ungkapnya.

Ede menambahkan, tenaga kesehatan saat ini juga semakin kewalahan melayani pasien Covid-19, angka bed occupancy rate (BOR) atau tingkat ketersediaan tempat tidur di rumah sakit secara nasional sebesar 62 persen.

Namun untuk DKI Jakarta kini sebesar 84 persen, Jawa Barat 82 persen dan Jawa Tengah 90 persen.

“Jumlah orang yang divaksinasi Covid-19 baru mencapai 12,8 persen untuk vaksin pertama dan 6,8 persen untuk vaksin kedua dari target 181 juta orang se-Indonesia untuk mencapai herd imunity,” tambahnya.

Oleh karena itu, IAKMI berpendapat bahwa faktor paling penting untuk mengendalikan laju peningkatan kasus Covid-19 adalah tingkat kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan yakni pakai masker, cuci tangan pakai sabun, jaga jarak (3M).

Serta bimbingan dan pengawasan dari aparat atau tokoh masyarakat hingga penerapan sanksi bagi yang melanggar protokol kesehatan.

“Namun demikian, masih banyak masyarakat yang kurang disiplin ataupun jenuh menjalankan 3M, kurang mendukung program vaksinasi, bahkan menyebarkan berita-berita tidak benar,” ucap dia.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...