Business is booming.

Kematian karena Covid-19 Capai Jumlah Terendah per 9 Oktober

Jumlah korban meninggal dunia karena covid-19 mencapai angka terendah selama tiga bulan terakhir.

Jumlah pasien meninggal dunia karena covid-19 per tanggal 9 Oktiber 2021 adalah sebanyak 52 orang.

Angka itu merupakan angka terendah selama bulan Oktober, bahkan dibanding September dan Agustus 2021.

Angka terendah sebelumnya tercatat 58 orang per tanggal 3 Oktober, lalu mengalami kenaikan hingga menurunlagi sejak 8 Oktober jadi 66 orang,

Ada pun angka positif Covid-19 masih diatas 1.000 kasus namun di bawah 1.500 kasus, persisnya 1.167 kasus per hari ini.

Sementara jumlah pasien sembuh juga menyusut seiring dengan jumlah kasus positif, per tanggal 9 Oktober sebanyak 1.507 orang.

Total angka positif covid-19 sebanyak 4.227.038 orang, angka sembuh 4.059.267 orang.

Teratas se Asia Tenggara

Sementara utu Indonesia menempati posisi teratas se-Asia Tenggara (ASEAN) dalam pemulihan Covid-19 menurut Indeks Nikkei edisi terbaru.

Melansir Nikkei Asia pada Rabu (6/10/2021), peringkat Indonesia naik ke posisi 54, melompat 38 tingkat dari sebelumnya di urutan 92 dari 121 negara.

Pertama kali diterbitkan pada Juli 2020, peringkat pemulihan Covid-19 menurut Indeks Nikkei menilai negara dan wilayah dalam manajemen infeksi Covid-19, peluncuran vaksin Covid-19, dan mobilitas sosial.

Semakin tinggi peringkatnya, semakin dekat suatu tempat dalam proses pemulihan.

Itu dilihat dari tingkat infeksi yang rendah, tingkat inokulasi yang lebih tinggi, dan langkah-langkah jarak sosial yang longgar.

Dalam laporan terbaru Indeks Pemulihan Covid-19 Nikkei, Beberapa negara Asia Tenggara juga memperbaiki peringkatnya, dengan penurunan kasus dan vaksinasi yang berkembang pesat.

Baca Juga:  Kematian karena Covid-19 Masih di Atas 1000 Orang, Meski Menurun

Selain Indonesia, Malaysia naik ke peringkat 102 dari peringkat 115.

Namun, dua tempat terakhir masih ditempati oleh negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), yakni Filipina dan Laos.

Sedangkan Vietnam berada di urutan keempat dari bawah.

ASEAN masih tertinggal Di Filipina, kasus baru harian mulai turun setelah mencapai level tertinggi kedua pada 29 September, turun di bawah 10.000 pada Selasa (5/10/2021) untuk pertama kalinya sejak Agustus.

Tetapi, kurang dari 30 persen populasi Filipina yang divaksinasi lengkap, ukuran yang rendah bahkan di antara negara-negara ASEAN.

Pemerintah Filipina bulan lalu menguji coba penguncian “granular” di Metro Manila, wilayah ibu kota dan pusat ekonomi.

Tetapi perintah tinggal di rumah untuk individu di bawah usia 18 tahun dan di atas 65 tahun tetap berlaku.

Negara ini secara bertahap melonggarkan pembatasan bisnis untuk menghidupkan kembali ekonomi.

Langkah itu memungkinkan pusat kebugaran dibuka kembali dan meningkatkan kapasitas restoran dan salon untuk individu yang divaksinasi.

Sementara Vietnam, yang berkinerja terburuk dalam dua peringkat sebelumnya, menerima skor penuh 10 dalam sub-kategori “vaksin baru”.

Artinya, negara itu di antara 10 persen negara teratas yang memberikan dosis vaksin paling banyak setiap hari per kapita.

Meski tingkat vaksinasi nasional baru saja melewati 10 persen, lebih dari setengah populasi di Kota Ho Chi Minh telah menerima dua suntikan vaksin.

Perkembangan itu dinilai menjanjikan untuk pusat infeksi, yang telah menyumbang tiga perempat dari kematian Covid-19 Vietnam.

Singapura turun dari peringkat 56 ke 70, setara dengan AS dan tepat di belakang Inggris.

Negara-kota itu memerangi peningkatan infeksi yang eksponensial, tetapi tidak mengabaikan rencananya untuk hidup berdampingan dengan virus.

Baca Juga:  Pelaku Pembakaran Mimbar Masjid di Makassar Ditangkap Warga

Pilihan itu mengingat 98 persen pasien baru tidak menunjukkan gejala atau hanya memiliki gejala ringan.

Tetapi, pandemi terus menimbulkan pertanyaan tentang kelangsungan jangka panjang model ekonomi Singapura.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...