Business is booming.

Varian Baru Covid-19 di Afrika Selatan Mengkhawatirkan, Lebih Ganas?

Saat ini, detik ini saya masih berada di Africa, Varian baru belum emergency

Afrika Selatan trending terkait covid-19. Varian baru penyakit itu dikabarkan menyebar cepat di Afsel.

Bahkan penyebarannya disebut-sebut lebih cepat dari varian delta beberapa bulan lalu.

WHO segera menetapkan nama varian baru B.1.1.529 di Afsel dengan nama Omicron.

Masyarakat dunia diminta waspada dan pandemic covid-19 terbukti belum tuntas.

Di twitter seorang dokter bernama Adam Prabata mengabarkan info itu.

Melalui akunnya @AdamPrabata ia membagikan info.

BREAKING NEWS!: Varian baru (B.1.1.529) menyebar sangat cepat di Afrika Selatan dan bahkan nampak lebih cepat penyebarannya dibandingkan dengan varian Delta. WHO sampai akan mengadakan emergency meeting untuk membahas varian ini pada hari ini. Tetap waspada ya semua!

Ia melanjutkan: Kekhawatiran terhadap varian B.1.1.529 ini sampai memunculkan pembatasan penerbangan ke UK dari beberapa negara Afrika Indonesia gimana ya?

Sementara itu akun @mwildhan yang mengaku tinggal di Afrika mengomentarinya.

“Saat ini, detik ini saya masih berada di Africa. Crew² kami dari berbagai Benua Africa, West, South and East Africa. Tidak ada pembatasan penerbangan dari dan ke UK, Frankfurt, France. KI B.1.1.529 varian baru belum begitu Emergency disini.”

Sementara itu BBC Indonesia melaporkan bahwa makin banyak negara mengetatkan pembatasan perjalanan, setelah varian baru virus corona ditemukan di Afrika Selatan pekan ini.

Di antaranya adalah Singapura dan Inggris, yang sekarang memberlakukan karantina yang lebih ketat maupun melarang penerbangan dari Afrika Selatan dan negara-negara di sekitarnya.

Baca Juga:  RIP Dorce Gamalama, Netizen Terkenang Perjuangannya, Dimakamkan Sebagai Lelaki?

Uni Eropa pada Jumat (26/11) tengah mempertimbangkan untuk melarang penerbangan dari kawasan tersebut.

Para saintis sedang melakukan kajian terhadap varian baru, tetapi mengatakan mereka sangat khawatir.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan diperlukan beberapa pekan untuk mengetahui dampak dari varian baru, sementara pada saat yang bersamaan saintis mencoba untuk menentukan tingkat penularannya.

Varian baru sangat berbeda dengan varian-varian lain yang sudah dikenal sejauh ini.

Para ilmuwan mengatakan, varian ini adalah yang paling bermutasi. Artinya, vaksin yang dikembangkan untuk menghadapi virus corona dari Wuhan, mungkin tidak efektif.

Varian terbaru ini adalah yang paling tinggi mutasinya yang ditemukan sejauh ini.

Seorang ilmuwan bahkan menggambarkan varian ini sebagai “mengerikan” sementara peneliti lain mengatakan mutasi ini yang paling parah.

Banyak pertanyaan yang timbul termasuk seberapa cepat penyebaran varian baru ini, dan apakah vaksin bisa menangkal. Banyak spekulasi yang timbul namun belum ada jawaban jelas.

Varian terbaru ini disebut B.1.1.529 dan kemungkinan akan diberi nama kode Yunani (seperti varian Alpha dan Delta) oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat (26/11).

Menanggapi timbulnya varian baru ini, pemerintah Inggris kini mewajibkan para pelancong dari beberapa negara dari bagian selatan Afrika untuk menjalani karantina.

Menteri Kesehatan Inggris Sajid Javid mengatakan mulai pukul 12:00 GMT pada Jumat (26/11), enam negara akan masuk daftar merah. Akibatnya, semua penerbangan dari Afrika Selatan, Namibia, Zimbabwe, Botswana, Lesotho, dan Eswatini ditangguhkan.

Sejauh ini, tidak ada kasus varian baru yang dikonfirmasi di Inggris.

Namun, ada 77 kasus yang sepenuhnya dikonfirmasi di provinsi Gauteng di Afrika Selatan, empat kasus di Botswana, dan satu di Hong Kong (yang secara langsung terkait dengan perjalanan dari Afrika Selatan).

Menkes Inggris mengatakan bahwa para ilmuwan “sangat prihatin” dengan varian baru tetapi masih banyak yang perlu dipelajari.

Baca Juga:  Tunggangi Motor, 3 Jendral Ikut Lakukan Pencarian 6 Teroris Poso

Dia mengatakan varian tersebut memiliki jumlah mutasi yang signifikan, “mungkin dua kali lipat jumlah mutasi yang telah kita lihat pada varian Delta”.

“Dan itu kemungkinan menunjukkan bahwa lebih mudah menular dan vaksin saat ini yang kita miliki mungkin kurang efektif,” tambahnya.

Varian terbaru virus penyebab Covid-19 ini adalah versi dengan mutasi paling banyak yang ditemukan sejauh ini. Sedemikian panjang daftar mutasi pada varian baru ini, seorang ilmuwan menyebutnya “mengerikan”.

Adapun seorang ilmuwan lainnya mengatakan kepada James Gallagher, selaku koresponden kesehatan dan sains BBC, bahwa ini adalah varian terburuk yang pernah mereka lihat.

Ini masih hari-hari awal dan kasus-kasus yang terkonfirmasi sebagian besar masih terpusat di satu provinsi di Afrika Selatan, meski ada indikasi kemungkinan telah menyebar lebih jauh.

Tentu langsung timbul pertanyaan seputar seberapa cepat varian baru itu menyebar, kemampuannya untuk menerobos sistem perlindungan dari vaksin, dan apa yang mesti dilakukan untuk mengatasinya.

Ada banyak spekulasi, tetapi masih sangat sedikit kejelasan.

Profesor Tulio de Oliveira, direktur Pusat Respons dan Inovasi Epidemi Afrika Selatan, mengatakan adanya “konstelasi mutasi yang tidak biasa” dan “sangat berbeda” dari varian lain yang telah menyebar.

“Varian ini memang mengejutkan kami, karena telah melalui loncatan besar dalam proses evolusi [dan] memiliki lebih banyak mutasi dari yang kami harapkan,” katanya.

Saat berbicara kepada media, Prof. de Oliveira mengatakan varian baru ini punya 50 mutasi secara keseluruhan, lebih dari 30 di antaranya terdapat pada spike protein (taji protein). Bagian ini adalah alat yang digunakan virus untuk membuka pintu ke sel-sel tubuh kita sekaligus yang disasar sebagian besar vaksin.

Lebih lanjut, ada 10 mutasi pada bagian reseptor pengikat (bagian dari virus yang melakukan kontak pertama dengan sel-sel tubuh kita), jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan dua mutasi yang dimiliki varian Delta.

Baca Juga:  38 Jam Pencarian Mayat Tangmo Nida, Polisi Masih Selidiki Penyebab Jatuhnya ke Sungai

Mutasi sebanyak ini kemungkinan besar berasal dari satu pasien yang tidak mampu mengalahkan virus itu.

Meski demikian, banyaknya mutasi tidak secara otomatis berarti itu adalah hal yang buruk. Penting untuk mengetahui apa peran dari masing-masing mutasi tersebut.

Namun yang menjadi perhatian saat ini adalah bahwa virus ini sekarang sangat berbeda dari wujud awalnya yang muncul di Wuhan, China. Itu berarti efektivitas vaksin-vaksin yang telah dikembangkan untuk mengatasi galur awal virus ini, kemungkinan akan berkurang.

Beberapa mutasi pada varian ini sudah muncul pada varian lain yang telah terdeteksi sebelumnya, sehingga dapat memberikan pemahaman tentang kemungkinan peran mereka dalam varian baru.

Misalnya, N501Y terlihat mempermudah penyebaran virus corona. Ada mutasi-mutasi lainnya yang mempersulit antibodi untuk mengenali virus dan mungkin membuat vaksin kurang efektif, tetapi ada juga sejumlah mutasi lainnya yang benar-benar baru.

Profesor Richard Lassells, dari Universitas KwaZulu-Natal di Afrika Selatan, mengatakan: “Varian ini membuat kami khawatir bahwa virus tersebut mungkin memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi, meningkatkan kemampuan untuk menyebar dari orang ke orang, tetapi mungkin juga menghindari beberapa bagian dari sistem kekebalan tubuh.”

Ada banyak contoh varian yang tampak menakutkan di atas kertas, tetapi tidak menghasilkan apa-apa.

Varian Beta dikhawatirkan khalayak pada awal tahun karena merupakan varian yang terbaik dalam menghindari sistem kekebalan tubuh. Tetapi pada akhirnya Delta yang menyebar lebih cepat ke seluruh dunia.

Profesor Ravi Gupta, dari Universitas Cambridge, mengatakan: “Beta benar-benar lolos dari sistem kekebalan tubuh dan tidak memiliki mutasi lain, Delta memiliki inefektivitas dan kekebalan sederhana dari sistem imun, sementara varian [terbaru] ini berpotensi memiliki keduanya pada derajat yang tinggi.”

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...