Business is booming.

Perdana Menteri Malaysia Trending, Ini Dia Profil Anwar Ibrahim yang Tak Ambil Gajinya

Anwar Ibrahim menjadi Perdana Menteri ke-10 menggantikan Dato' Seri Ismail Sabri

Tagar Perdana Menteri Malaysia trending di media sosial Twitter pada Jumat (25/11/2022), menyusul Anwar Ibrahim menjadi Perdana Menteri ke-10 menggantikan Dato’ Seri Ismail Sabri.

Sontak netizen gaduh menanggapi tagar Perdana Menteri Malaysia yang trending hingga tercatat 99.600 ciutan (Tweets) yang mereka sampaikan. Berikut bergam ciutan mereka.

Seperti pemilik akun Twitter @faizal_setyanto menulis, “Selamat YAB Datuk Seri Anwar Ibrahim Semoga AMANAH dan Sukses dlm mengemban Tugas Negara.”

Lalu akun Twitter @puteh_yusoff menulis, “Tahniah dan terbaik YDH Dato’seri PM πŸ‘πŸ‘πŸ‘.Semoga ekonomi negara Malaysia terus berada ditahap yg terbaik dibawah pentadbiran YDH Dato’seri.Amiiiin.”

Jangan Lewatkan

@apeinhd menulis, “Terima Kasih kerana memilih DS Anwar.”

@FurqonJimmy menulis, “SELAMAAT DATO MANTAB JIWA… UCAPAN DARI KLATEN JOKJA SOLO JAWA TENGAH INDONESIA…. DATO HEBAT… KAMI PUN MINTA KIRANYE SUDI BUAT DATO MENGANGKAT DATIN MASTURA MEMIMPIN KEMBALI KUALA KANGSAR…πŸ™πŸΌπŸ™πŸΌπŸ™πŸΌπŸ™πŸΌπŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘BRAVO DATO ANWAR…”

@brothetman menulis, “Selamat Mlm JB,
Terima Kasih Tuanku.
Alhamdulillah,
AkhirNya “Pejuang Rakyat” Dinobatkan PM Malaysia Ke10. πŸ™ πŸ™ πŸ™”

@TheRealBobss menulis, “Fakta Nombor: 24 tahun DSAI jadi PM tepi. Akhirnya pada 24 November 2022 ditabal jadi Perdana Menteri.
DSAI lahir pada 10 Ogos 1947, kini bergelar Perdana Menteri ke-10.”

Profil Anwar Ibrahim

Dato Seri Haji Anwar bin Ibrahim akrab dipanggil Anwar Ibrahim (75) adalah seorang politisi Malaysia yang menjabat sebagai Perdana Menteri Malaysia sejak 24 November 2022.

Lelaki kelahiran Bukit Mertajam, Pulau Pinang, Uni Malaya pada 10 Agustus 1974 menggantikan Perdana Menteri Dato’ Seri Ismail Sabri.

Anwar Ibrahim beristrikan seorang wanita kelahiran Singapura, yakni Wan Azizah Wan Ismail yang dinikahinya pada 26 Februari 1980.

Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai lima anak perempuan dan seorang anak laki-laki, diantaranya Nurul Izzah, Nurul Nuha, Mohd Ehsan, Nurul Ilham, Nurul Iman, dan Nurul Hana.

Anak sulungnya, Nurul Izzah mengikuti jejak karier politiknya sebagai anggota parlemen dan menyertai Partai Keadilan Rakyat (PKR).

Jabatan terbaru sebagai perdana menteri itu merupakan penantian panjang setelah Anwar berada di blok oposisi selama bertahun-tahun sejak ia diberhentikan dari UMNO oleh Mahathir Mohamad pada 1998.

Sebagai pemimpin oposisi, Anwar memimpin puluhan ribu warga Malaysia dalam protes jalanan pada 1990-an melawan guru yang kemudian menjadi musuhnya, Mahathir Mohamad.

Kemudian, Anwar membentuk partai baru bernama Partai Keadilan Rakyat (PKR) sebagai langkah awal reformasi di Malaysia.

Pada awalnya, Anwar memulai karier politiknya sebagai anggota Organisasi Kebangsaan Melayu Bersatu (UMNO) hingga puncak kejayaannya menjadi Wakil Perdana Menteri Malaysia di bawah pimpinan Perdana Menteri Mahathir Mohamad.

Baca Juga:  Profil Brigjen TNI Amrin Ibrahim, Danrem 133/ Nani Wartabone, Gorontalo

Hubungannya yang tegang dengan pemimpin veteran itu membentuk karier Anwar sendiri, serta lanskap politik Malaysia, selama hampir tiga dekade.

Anwar pernah menghabiskan hampir satu dekade di penjara karena kasus sodomi dan korupsi—dua tuduhan yang menurutnya bermotivasi politik.

Pada tahun 1999, ia divonis hukuman penjara untuk tuduhan korupsi dan sodomi; Mahkamah Federal Malaysia kemudian membatalkan semua vonis atasnya dan Anwar dibebaskan dari penjara pada tahun 2004.

Setelah dipecat dari UMNO, ia mendirikan Partai Keadilan Rakyat, sebuah partai oposisi di Malaysia, dan memimpin koalisi oposisi Pakatan Rakyat dan Pakatan Harapan.

Dari 2015 hingga 2018, ia kembali dipidana penjara atas vonis sodomi lainnya. Ia dibebaskan pada tahun 2018.

Setelah koalisi yang ia pimpin memenangkan kursi terbanyak di Parlemen pada pemilihan umum Malaysia 2022, ia diangkat menjadi Perdana Menteri Malaysia ke-10 pada tanggal 24 November 2022.

Proses Pemilihan

Anwar Ibrahim menjadi PM ke-10 di Malaysia usai drama pemilihan umum (Pemilu) yang tak menghasilkan suara mayoritas.

CNNIndonesia melaporkan, dalam Pemilu Malaysia yang berlangsung pekan lalu, koalisi Anwar, Pakatan Harapan (PH) mendapat 82 kursi, terbanyak dalam Pemilu.

Sementara itu, aliansi Muhyiddin Yassin, Perikatan Nasional (PN) mendapat 73 kursi dan Barisan Nasional punya 30 kursi.

Sehari setelah pemilu, Muhyiddin mengklaim mendapat dukungan dari dua kubu yang lebih kecil yakni Sabah dan Sarawak. Kursi yang ia dapat pun bertambah menjadi 101, tetapi ini belum mencapai ambang batas.

Menurut konstitusi Malaysia, untuk membentuk kabinet batu, partai atau koalisi harus mengantongi 112 suara dari total 222 kursi parlemen. Pemegang mayoritas inilah yang berhak memberikan nama calon PM ke raja.

Di tengah kebuntuan itu, Raja Malaysia meminta kedua kubu membentuk koalisi dan menyetor calon PM, tetapi tak gagal. Raja lalu memanggil Anwar dan Muhyiddin tetapi masih tak berhasil.

Raja lalu memanggil berbagai politisi dari Barisan Nasional (BN), kemudian menggelar pertemuan dengan para sultan dari sembilan negara bagian. Setelah itu, barulah ia menunjuk Anwar sebagai PM.

Delapan Misi Anwar Ibrahim

Berikut delapan misi Anwar Ibrahim sebagai Perdana Menteri Malaysia saat konferensi pers pertama sebagai PM

1. Sikat Habis Korupsi

Anwar mengatakan bakal menuntaskan korupsi di Malaysia secara brutal.

Ia mengaku bakal melawan korupsi dengan serius dan habis-habisan serta menggerakan agenda reformasi tata kelola pemerintahan.

Baca Juga:  Kiky Trending, Dipuja dan Dihujat Netizen, Ini Profilnya

“Saya ingin mengangkat harkat dan martabat rakyat, mengakhiri korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan serta memperjuangkan kehidupan rakyat,” jelas Anwar, seperti dikutip Channel News Asia.

2. Tak Ambil Gaji PM

Dalam pernyataan resmi, Anwar mengatakan tak akan mengambil gaji sebagai perdana menteri sebagaimana yang ia janjikan saat kampanye.

“Saya telah memilih menolak gaji [saya] sebagai perdana menteri,” kata Anwar.

3. Pemulihan Ekonomi

Saat pandemi Covid-19 menyerang, ekonomi seluruh negara di dunia nyaris remuk redam, termasuk Malaysia.

Usai dua tahun pandemi, kini banyak negara berusaha memulihkan ekonomi meski krisis dan inflasi mengancam.

Dalam konferensi pers itu, Anwar mengungkapkan akan fokus pada ekonomi.

“Fokus utama saat ini adalah agenda pengukuhan ekonomi,” tulis dia Twitter.

4. Bentuk Kabinet Baru

Anwar Ibrahim bakal berkoalisi dengan Partai Gabungan Sarawak (PGS) dan musuh bebuyutannya yakni Barisan Nasional (BN) untuk membentuk kabinet baru,

Anwar mengatakan koalisi yang dipimpin, Pakatan Harapan (PH), meraih suara mayoritas di parlemen dengan dukungan penuh dari koalisi Barisan Nasional.

Pemerintah, kata dia, dibentuk dengan dukungan dari tiga koalisi besar yakni PH, BN, dan GBS.

“Kami mengapresiasi bahwa sekarang kami memegang komitmen dari seluruh 30 anggota parlemen dari Barisan Nasional,” kata Anwar, seperti dikutip The Star.

5. Mosi Tidak Percaya jadi Agenda Pertama

PM baru Malaysia itu juga mengatakan siap menggelar mosi tidak percaya akan di parlemen sebagai agenda pertama saat sidang Dewan Rakyat pada 19 Desember mendatang.

6. Pemerintah Jamin Hak Warga Semua Golongan

Anwar juga berjanji bahwa pemerintah akan menjamin dan melindungi hak semua warga Malaysia, terutama yang terpinggirkan dan miskin, tanpa memandang ras dan agama.

7. Komitmen terhadap Konstitusi Malaysia

Pemimpin PH itu juga berkomitmen untuk membela Konstitusi. Aturan itu menyatakan bahasa Melayu, Islam sebagai agama resmi negara dan kedudukan Raja-Raja Melayu, hak-hak orang Melayu tanpa meminggirkan hak-hak orang China, India, suku Sabah dan Sarawak dan pribumi.

8. Tetapkan 28 November sebagai Hari Libur Nasional

Anwar juga akan menjadikan 28 November 2022 sebagai hari libur nasional di Malaysia.

Presiden Jokowi Beri Selamat kepada Anwar Ibrahim Sebagai PM Malaysia

Presiden Joko Widodo menyampaikan ucapan selamat kepada Perdana Menteri (PM) Malaysia terpilih Anwar Ibrahim melalui sambungan telepon dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (24/11) malam.

“Atas nama Pemerintah, atas nama seluruh rakyat Indonesia, saya ingin mengucapkan selamat atas terpilihnya Yang Mulia sebagai Perdana Menteri ke-10 Malaysia,” kata Presiden Jokowi dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (25/11/2022), seperti dikutip Antaranews.com.

Baca Juga:  Pak Anies Trending, Cetak Sejarah Diangkat Jadi Anggota Dewan Universitas Oxford

Menurut Jokowi, Anwar Ibrahim merupakan sosok yang dikenal luas dan dihormati oleh rakyat Indonesia. Jokowi juga meyakini di bawah kepemimpinan Anwar Ibrahim, hubungan baik antara Indonesia dan Malaysia akan semakin maju.

“Saya berharap kita dapat berjumpa segera untuk membahas upaya memperkokoh hubungan bilateral kita, baik ekonomi, masalah perbatasan, mengenai perlindungan warga negara kita,” ungkap Jokowi.

Dalam perbincangan telepon tersebut, Anwar Ibrahim mengucapkan terima kasih atas ucapan selamat dari Jokowi.

“Terima kasih, saya anggap ini suatu penghormatan di antara yang paling awal menelepon. Ini menunjukkan bahwa saya kekal sahabat sejati Indonesia,” kata Anwar Ibrahim.

Dia pun berharap hubungan perdagangan, investasi, budaya, dan persahabatan Indonesia dan Malaysia dapat terus ditingkatkan.

“Saya mengharapkan hubungan perdagangan atau bisnis, investasi, dan budaya, persahabatan, insya Allah dapat kita tingkatkan,” kata Anwar.

Di akhir perbincangan, Jokowi mendoakan agar Anwar Ibrahim diberikan kekuatan dan kemudahan oleh Allah Swt dalam memimpin Malaysia.

“Seluruh rakyat Indonesia mendoakan,” ujar Jokowi.

Raja Malaysia Yang Dipertuan Agong Al Sultan Abdullah menyetujui mengangkat Anwar Ibrahim sebagai perdana menteri ke-10 Malaysia.

Alasannya, Yang Dipertuan Agong telah menyempurnakan pandangan melalui pertemuan dengan raja-raja Melayu. Selain itu, pengangkatan Anwar Ibrahim itu sesuai dengan kewenangan Yang Dipertuan Agong seperti diatur dalam Pasal 40 (2) (a) dan Pasal (43) (a) Konstitusi Federal.

Pertemuan tersebut dilakukan menyusul hasil Pilihan Umum Raya (PRU) ke-15 pada 19 November 2022 belum dapat membentuk sebuah pemerintahan baru karena tidak adanya parpol atau gabungan parpol yang berhasil mendapatkan kursi mayoritas lebih dari 50 persen dari 222 kursi di parlemen.

Pakatan Harapan, koalisi yang diketuai Anwar Ibrahim, memperoleh kursi terbanyak di parlemen pada PRU ke-15, yakni 76 kursi.

Pakatan Harapan mendapat tambahan satu kursi dari Ikatan Demokratik Rakyat Malaysia yang dipimpin politikus muda Malaysia Syed Saddiq dan lima kursi dari Partai Tindakan Demokratik, namun masih belum dapat memenuhi syarat membangun pemerintahan baru.

Koalisi Perikatan Harapan, yang dipimpin PM ke-8 Malaysia Muhyiddin Yassin, berada di posisi kedua dengan mendapatkan 51 kursi; sedangkan koalisi Barisan Nasional, koalisi yang telah memungkinkan PM Ismail Sabri Yaakob membentuk pemerintahan di periode 2021-2022, hanya meraih 30 kursi.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...